Categories: Nasional

Ini Bahayanya Menggunakan Ban Serep Temporary yang Lebih Kecil

(RIAUPOS.CO) — Setiap mobil pastinya dilengkepi dengan ban, ini sangat penting dalam situasi darurat bila ban utama bocor. Namun ada beberapa tipe ban serep yaitu ada yang menggunakan ban temporary dan ada juga yang menggunakan ban standar.

Jika  menggunakan tipe ban serep yang sama dengan ban standar atau ban utama, besar kemungkinan untuk mengikuti rotasi ban yang dapat digunakan sebagai ban utama. Akan tetapi untuk mobil yang menggunakan jenis ban serep temporary, hanya bisa digunakan untuk sementara saja saat menggantikan posisi ban utama saat bermasalah.

Artinya ban jenis temporary hanya bisa digunakan hingga ke bengkel atau toko ban terdekat saja. Setelah ban utama diperbaiki atau diganti, segeralah mengganti kembali ban temporary tersebut dengan ban utama.

Karena ban serep temporary mempunyai konstruksi lebih kecil tapaknya bila dibandingkan dengan tapak pada ban utama. Karena lebih kecil, bila digunakan pada kecepatan tinggi bisa mengakibatkan hilangnya keseimbangan pada kemudi,  hal ini dapat menimbulkan resiko kehilangan kendali saat berkendara.

Untuk menjaga kehilangan kendali pada saat menggunakan ban serep temporary, biasanya sudah dicantumkan angka kecepatan maksimum pada bagian velg-nya. Rata-rata angka kecepatan maksimum yang dapat dicapai adalah 80 km/jam. Bila ingin aman gunakan kendaraan pada kecepatan di bawah 80 km/jam.

Ban serep jenis ini sengaja dirancang bisa menghemat ruang penyimpanan di bagasi, karena bentuknya yang tipis. Sehingga jika ditempatkan di bawah bagasi, maka ruang penyimpanan bagasi tidak berkurang luasnya. Hal ini dikarenakan lantai bagasi tetap rata dan ban serep bisa masuk di bawah bagasi.

Tekanan angin yang disarankan pada ban jenis ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan ban utama. Karena ukurannya yang lebih kecil, maka tekanan ban jenis temporary bisa mencapai 60 Psi. Hal ini memang agak berbeda dengan ban utama yang hanya bertekanan sekitar 35 psi.

Pastikan tekanan ban serep jenis temporary ini jika sudah lama tidak digunakan. Sebaiknya setiap 3 bulan sekali cek tekanan bannya, jika memang berkurang tekanannya segeralah lakukan penambahan angin.

Ban temporary yang ukurannya cukup kecil dan hanya dilengkapi dengan velg standar (bahan baja) tentu akan kurang sedap dipandang. Sehingga akan mendorong pemilik untuk segera memperbaiki ban utama agar dapat segera dipasangkan ke posisi ban utama.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

4 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

4 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

1 hari ago