dihajar-rusia-kota-kecil-di-ukraina-ini-krisis-listrik-air-dan-kereta
KIEV (RIAUPOS.CO) – Pejabat Kota Mariupol, Ukraina, mengungkapkan warganya kini dalam kondisi kritis setelah menerima serangan besar dari Rusia. Wali Kota Mariupol, Vadym Boichenko, lewat akun Telegramnya juga menuding militer Rusia telah menciptakan "bencana kemanusiaan".
"Mereka memblokir suplai listrik, air, dan pemanas. Mereka juga menghancurkan rel kereta api. Mereka menghancurkan jembatan, dan juga merusak kereta sehingga kami tak bisa mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan lansia," kata Boichenko, seperti dikutip CNN.
"Mereka memblokade suplai makanan, mblokade kami seperti mantan pemerintah Leningrad (di Perang Dunia II, red), dengan sengaja menghancurkan infrastruktur penopang kota."
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Wali kota, bahwa warganya kini membutuhkan bantuan sesegera mungkin.
"Tentara Ukraina dan Garda Nasional kami sangat berani, mereka terus berjuang untuk Ukraina, dan untuk Mariupol. Tapi situasinya cukup kritis," kata Wakil Wali Kota Sergei Orlov.
Ia mengatakan kota di Ukraina bagian timur itu kini dikelilingi pasukan Rusia dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, serta menanti bantuan militer.
Orlov menyatakan bahwa saat ini Mariupol sudah 26 jam berada di bawah kepungan Rusia dan menghadapi krisis kemanusiaan. Kota tersebut berpopulasi 400 ribu jiwa.
"Mereka menghancurkan kota kami dengan semua jenis senjata, dengan artileri, dengan bom udara, dengan roket, dan sistem peluncur multi-roket," ujarnya lagi.
"Kami tidak punya listrik, kami tak punya air bersih, atau sanitasi, kami tak punya pemanas ruangan."
Hingga kemarin pasukan Rusia dilaporkan masih terus membombardir Mariupol dan pelabuhan di kota di tenggara Ukraina tersebut. Masih di kawasan tenggara, tentara Rusia juga mengepung Kherson.
Reuters melaporkan bahwa bombardir Rusia di salah satu pelabuhan Mariupol menyebabkan proses evakuasi di daerah tersebut tak bisa dilakukan.
Hingga saat ini tidak diketahui berapa jumlah warga Mariupol yang berhasil menyelamatkan diri ke luar kota.
Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…