Categories: Nasional

Teknologi AI Deteksi Gagal Jantung Bisa Lebih Awal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sudah bukan rahasia jika teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk industri dan kebutuhan medis. Ilmuwan kini mulai banyak yang mencari potensi lebih dari AI untuk menangani dan mendeteksi lebih banyak penyakit secara dini.

Paling sederhana, manfaat AI untuk bidang kesehatan yang tersemat dalam perangkat wearable kini bisa digunakan dalam bentuk jam tangan pintar.

Apple misalnya. Melalui iWatch, perangkat tersebut mampu mendeteksi gejala penyakit jantung penggunanya. Perangkat serupa kini bermunculan dengan fitur kesehatan yang juga semakin variatif.

Soal penyakit jantung dan teknologi AI, baru-baru ini ilmuwan mengembangkan lagi teknologi tersebut agar semakin mutakhir. Para ilmuwan dari University of Utah Health, Amerika Serikat (AS) dan para ilmuwan Sistem Perawatan Kesehatan VA Salt Lake City telah mengembangkan sensor yang dapat dipakai yang ditenagai AI yang dapat mendeteksi gagal jantung sedini mungkin.

Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Selasa (3/3), teknologi AI untuk penyakit jantung itu nantinya diharapkan dapat membantu pencegahan dan penanganan lebih dini bagi pasien penyakit jantung.

Menurut salah satu penulis penelitian, Josef Stehlik, AI untuk penyakit jantung yang berbentuk sensor itu mampu mendeteksi perubahan aktivitas pada jantung dengan cukup dini akan memungkinkan dokter untuk memulai intervensi cepat yang dapat mencegah rawat inap dan mencegah memburuknya gagal jantung. "Cara kerjanya adalah sensor akan mengirimkan data dari jantung ke telepon pintar melalui Bluetooth," sebutnya.

Data itu kemudian dikirim ke platform analitik yang dikembangkan oleh PhysIQ, yang menggunakan AI untuk membantu menetapkan garis dasar normal. Dari sana, jika data dianggap tak normal atau menyimpang, itu bisa menjadi indikasi bahwa ada sesuatu yang salah dan memberi tahu pengguna sesuai dengan itu.

Sejauh ini berdasarkan tes mereka, mereka telah menemukan bahwa sistem ini sekitar 80 persen akurat ketika datang untuk memprediksi kebutuhan rawat inap. Ini juga dapat mendeteksi masalah kesehatan cukup awal pada sekitar 10,4 hari sebelum gejala terjadi.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

7 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

16 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

16 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

16 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

16 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

16 jam ago