JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bareskrim menilai surat panggilan terhadap Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani telah sesuai prosedur. Ahmad Yani seharusnya diperiksa terkait kasus demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung kericuhan, Selasa (3/11/2020).
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, Ahmad Yani dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pengembangan kasus demonstrasi menolak Cipta Kerja 8 Oktober 2020 dengan tersangka salah satu aktivis KAMI, yakni Anton Permana.
"AY (Ahmad Yani, red) dipanggil terkait pengembangan pemeriksaan saudara AP (Anton Permana). Kita sampaikan selama ini penyidik sudah sesuai dengan SOP yang ada, sesuai manajemen penyidikan dan sesuai KUHAP," ujar Awi di Bareskrim Polri, Selasa (3/11/2020).
Dia menghormati, alasan Ahmad Yani tidak hadir pemeriksaan karena menilai surat panggilan tidak jelas terkait kasus apa. Bareskrim, kata dia, akan mengirimkan surat panggilan berikutnya sesuai prosedur.
"Kalau yang bersangkutan dipanggil sekali tidak hadir tentunya nanti akan dilayangkan panggilan berikutnya," ucapnya.
Ahmad Yani hanya mengutus sejumlah pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Lintas Organisasi Advokat Untuk Keadilan Demokrasi. Kedatangan para pengacara itu untuk mengklarifikasi surat pemanggilan yang dinilai kurang jelas.
"Tolong Pak polisi diperbaiki panggilan itu, dia sebagai saksi apa belum jelas, kasus apa dan siapa tersangkanya, makanya kami datang ke sini," ujar salah tim advokat Ahmad Yani, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2020).
Ahmad Yani juga sempat mengungkapkan ada upaya penangkapan oleh Bareskrim, Senin (19/10/2020). Saat itu kata dia, ada puluhan tim Bareskrim mendatangi kantornya di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat pukul 19.15 WIB. Dia menolak ditangkap meskipun anggota Bareskrim yang datang menunjukkan surat penangkapan.
Sumber: Antara/JPNN/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…