Categories: Nasional

Minta Data BSU Diperiksa Lagi ke Ditjen Pajak

JAKARTA, (RIAUPOS.CO) – Upaya pencegahan korupsi terus digaungkan KPK. Yang terbaru, komisi anti rasuah memonitor program bantuan subsidi upah (BSU). Dari hasil pantauan sementara, KPK meminta pemerintah memeriksa lagi data penerima BSU ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk memastikan bahwa penerima memang benar-benar bergaji di bawah Rp5 juta sesuai kriteria.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan penyaluran program tersebut mestinya berbasis nomor induk kependudukan (NIK) dan diperiksa lagi dengan data penerima program bantuan lain. Salah satunya program Kartu Prakerja.

"Data (penerima) harus bebasis NIK supaya terjamin orangnya ada," kata Pahala di gedung KPK, kemarin (2/10).

Untuk diketahui, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp37,74 triliun untuk BSU. Bantuan mulai disalurkan akhir Agustus lalu kepada pekerja.

Salah satu kriteria penerima adalah gaji di bawah Rp5 juta. Dari kriteria itu, pemerintah menar­getkan 15.725.232 pekerja sebagai penerima manfaat bantuan tersebut. Besarannya Rp600 ribu/bulan selama 4 bulan dan dibayarkan setiap dua bulan.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menambahkan pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap rupiah uang negara dari program tersebut tepat sasaran. Karena itu, pihaknya meminta data penerima BSU tidak hanya berdasar pada data BPJS Ketenagakerjaan. Tapi juga dipadankan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Selainitu, data penerima juga mestinya dipadukan dengan data penerima Kartu Prakerja di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan data perpajakan.

"Kami minta untuk dipadankan, dipadukan. Itusemua dalam rangka untuk memastikan (program BSU) efektif dan efisien," papar Ghufron dalam konferensi pers bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Ghufron menegaskan, langkah pemantauan itu sekaligus menjawab pertanyaan public tentang kinerja KPK yang selalu mendampingi program pemerintah. Menurut dia, pendampingan semacam itu lebih baik daripada menangkap.

"Bagi KPK, lebihbaik mendampingi, memastikan setiap rupiah sampai kepada rakyat," ungkapnya.

Sementaraitu, Ida Fauziyah menyebut realisasi penyaluran BSU per 30 September lalu sebanyak Rp14,884 triliun. Uang itu disalurkan kepada 12,4 jutapekerja. Tahap pertama, penyaluran dilakukan dalam lima gelombang. Nah, untuk gelombang kelima, realisasi penerima masih dalam proses penghitungan. Diperkirakan selesai dalam beberapa hari ini.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut ada beberapa kendala dalam penyaluran BSU. Di antaranya, rekening penerima bantuan yang bermasalah. Seperti rekening duplikasi, tutup, tidak valid, pasif dibekukan hingga tidak sesuai NIK. Kendala lain adalah data yang dikirim BPJS tidak lengkap.  "Per 30 September, terdapat 130.183 rekening yang bermasalah," imbuh dia.

Seperti diketahui, pemerintah memperluas sasaran penerima program subsidi gaji untuk para guru guru honorer. Kementerian Agama (Kemenag) sedang validasi terhadap para guru honorer maupun tenaga kependidikan di madarasah dan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKIN). Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag Muhammad Zain menjelaskan proses validasi data di antaranya untuk memastikan nomor rekening para guru dan tenaga kependidikan. Data terkini di Simpatika Kemenag menunjukkan guru honorer di madrasah mencapai 617.467 orang.

"Dari jumlah itu, sebanyak 455.216 guru sudah mencatatkan nomor rekeningnya," kata Zain kemarin (2/10).

Sisanyasejumlah 162.251 guru lainnya belum mencatatkan nomor rekening di aplikasi Simpatika Kemenag. Zain menjelaskan Kemenag pusat sudah bersurat ke Kanwil Kemenag Provinsi untuk proses pencatatan nomor rekening. Khususnyakepada para guru honorer madrasah yang statusnya masih aktif. Zain menjelaskan Kemenag pusat sudah meminta Kanwil Kemenag Provinsi untuk sosialisasi kepada seluruh satuan kerja masing-masing. Sehingga data rekening yang dibutuhkan untuk pencairan subsidi gaji segera dilengkapi. Selanjutnya tinggal proses validasi.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan anggaran untuk bantuan subsidi gaji dalam proses pengalihan dari Kementerian Tenaga Kerjake Kementerian Keuangan. "Untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Agama," kata politikus PPP itu.

Zainut mengatakan Kemenag mengupayakan agar guru-guru madrasah swasta atau honorer bisa segera mendapatkan subsidi gaji sebesar Rp600 ribu/bulan. Seperti tenaga kerja umumnya, subsidi gaji itu diberikan untuk durasi empat bulan. Menurut dia para guru honorer juga sangat merasakan dampak pandemi Covid-19.(tyo/wan/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

DED Rampung, Pembebasan Lahan Flyover Garuda Sakti Dimulai 2026

Pemprov Riau menyiapkan anggaran pembebasan lahan flyover Simpang Garuda Sakti. Ground breaking proyek direncanakan awal…

9 jam ago

Jadi Sponsor Fun Bike 2026, Pacific Optimistis Pariwisata Pekanbaru Bergeliat

Pacific menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru, dorong pariwisata, gaya hidup sehat,…

9 jam ago

Istri Histeris Temukan Suami Tewas Tergantung di Rumah

Warga Balik Alam Mandau digegerkan penemuan pria 43 tahun yang ditemukan meninggal dunia tergantung di…

10 jam ago

Rusak Bertahun-tahun, Jalan Pematang Reba–Pekan Heran Akhirnya Masuk Anggaran

Pemkab Inhu menganggarkan Rp3 miliar pada 2026 untuk memperbaiki Jalan Pematang Reba–Pekan Heran yang rusak…

10 jam ago

Manajemen Talenta Diperkuat, Bupati Rohul Dorong Birokrasi Profesional

Pemkab Rohul memperkuat sistem merit dengan menerapkan manajemen talenta ASN dan meraih penghargaan BKN atas…

11 jam ago

Bolos Saat Jam Sekolah, Empat Pelajar SMA Terjaring Patroli Satpol PP Kampar

Empat pelajar SMA di Bangkinang terjaring patroli Satpol PP saat bolos sekolah. Petugas menegaskan tindakan…

11 jam ago