Categories: Nasional

Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting

BUPATI Rokan Hilir Afrizal Sintong deklarasikan komitmen publik  dalam pelaksanaan percepatan pencegahan dan penanganan stunting yang terintegrasi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Rohil, belum lama ini.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Menurut hasil riset Kementerian Kesehatan stunting bisa disebabkan oleh gizi buruk 40 persen dan tidak adanya air bersih 60 persen.

Di Rohil kasus stunting mengalami penurunan yakni sebanyak 404 anak yang tersebar untuk tujuh kecamatan yang terdiri dari 16 kepenghuluan, sedangkan pada 2020 sebanyak 506 anak tersebar di sembilan kecamatan dan berada di 21 kepenghuluan. Rohil berada di peringkat ke empat dari lima kabupaten/kota di Riau terkait masalah stunting.

Afrizal Sintong sangat mendukung komitmen publik percepatan pencegahan, penanganan stunting terintegrasi, ia berharap supaya penanganan stunting terlaksana dengan serius, dan pemerintah daerah senantiasa dapat memberikan dukungan penuh dalam penanganan stunting tersebut. "Percepatan penanganan stunting, diminta agar dapat terus bersinergi, bekerja sama dan melakukannya dengan serius. Hal tersebut dapat dimulai dari penghulu, camat, serta dinas terkait, begitu juga dengan tim PKK yang bergerak cepat dalam penanganan stunting," katanya.

Deklarasi tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Rohil Maston, Ketua PKK Rohil Sanimar, Sekdakab HM Job Kurniawan AP MSi, Plt Kadis Kominfotiks dan sejumlah pihak terkait. Diketahui pernyataan komitmen publik pelaksanaan percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi  di Rohil, 2021, di antaranya menjadikan 5 pilar strategi nasional, percepatan penurunan stunting sebagai kerangka strategi dalam aksi konvergensi stunting yang terintegrasi di Rohil.

Melaksanakan delapan aksi konvergensi dalam pencegahan dan penurunan stunting secara optimal dan berkualitas, menyusun program yang responsif terhadap pencegahan dan penurunan stunting dan mengalokasikan anggaran dari berbagai sumber sah guna mendukung implementasi intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Menjadikan konvergensi program pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi sebagai prioritas pembangunan di Kabupaten Rohil, meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor lintas program yang terintegrasi kepada pencegahan dan penurunan stunting, melaksanakan kampanye perubahan perilaku serta komunikasi masyarakat berkaitan konvergensi guna program percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Serta melakukan pengumpulan dan publikasi data stunting serta program-program percepatan yang sudah dilakukan secara berkala, dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting.(adv)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

19 menit ago

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam Pertahankan Akreditasi JCI untuk Keempat Kalinya

RS Awal Bros Pekanbaru dan Batam berhasil mempertahankan akreditasi internasional JCI untuk keempat kalinya, bertepatan…

38 menit ago

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

1 jam ago

Kasus Malaria di Rohil Meningkat, DPRD Segera Panggil Dinas Kesehatan

Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…

1 jam ago

Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…

1 jam ago

Teror Monyet Liar Makin Meresahkan, Warga Tembilahan Diminta Tak Menangkap Sendiri

Teror monyet liar di Tembilahan, Inhil, belum berakhir. Delapan warga menjadi korban gigitan dan Damkar…

1 jam ago