Categories: Nasional

Operasi PETI Hari Ketiga di Kuansing, 1 Pelaku Diamankan, Puluhan Alat Dibakar

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Upaya penertiban tambang emas ilegal atau PETI di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus dilakukan aparat gabungan. Pada Sabtu (2/8/2025), operasi hari ketiga yang digelar oleh Polda Riau, Polres Kuansing, TNI, dan Pemkab Kuansing kembali membuahkan hasil.

Satu orang pelaku berinisial R (38), warga Dusun Petai, Desa Seberang Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, berhasil ditangkap saat tengah mengoperasikan alat tambang bersama dua rekannya. Sayangnya, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran.

Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP Shilton SIK MH, berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas menyita sejumlah alat yang digunakan untuk aktivitas PETI seperti mesin robin, spiral, selang, paralon, dan karpet penyaring.

R dijerat dengan Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba karena melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin. Ia terancam hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. Saat ini, R diamankan di Polres Kuansing untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain di Inuman, operasi juga menyasar sejumlah titik lain yang terbagi dalam tiga tim. Tim pertama yang dipimpin Kapolsek Kuantan Tengah Kompol Subagja melakukan penertiban di Kecamatan Singingi Hilir dan berhasil memusnahkan 14 rakit PETI serta menyita alat tambang ilegal.

Tim kedua di bawah komando Kasat Samapta AKP Repriadi menyasar Desa Pebaun Hulu, Kecamatan Kuantan Mudik. Mereka memusnahkan 11 rakit PETI dan menyita berbagai alat pendukung aktivitas ilegal tersebut.

Tim ketiga yang dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol A Jossy Kusumo menyusuri aliran Sungai Kuantan dari Desa Sungai Pinang hingga Desa Koto Lubuk Jambi. Hasilnya, sejumlah mesin sedot dan rakit PETI dimusnahkan, dan satu unit mesin merk Advance diamankan sebagai barang bukti.

Brigjen Jossy mengapresiasi kerja keras tim gabungan dan menegaskan pentingnya pemberantasan tambang ilegal demi melindungi lingkungan serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga keselamatan dalam setiap operasi.

Operasi penertiban ini berakhir pukul 17.00 WIB dan akan terus berlanjut demi menekan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kuansing.

Rindra

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

21 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

21 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

21 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago