Categories: Nasional

Singapura Ciptakan Alat Uji PCR Covid-19 Portabel

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Guna mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, dibutuhkan pemeriksaan uji spesimen lewat metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Selama ini hasil uji PCR pasien Covid-19 umumnya baru bisa diketahui hasilnya setelah beberapa hari.

Di Singapura, kini diciptakan sebuah alat PCR yang memakan waktu hanya 1 jam sudah bisa diketahui hasilnya, positif atau negatif corona. Bahkan, PCR tersebut berupa portabel yang praktis dan bisa dibawa ke manapun.

Dilansir dari Science Times, Kamis (2/7), sekelompok peneliti dari National University of Singapore (NUS) mengembangkan sistem diagnostik Covid-19 micro-PCR portabel. Perangkat yang disebut Epidax, memungkinkan penyaringan penyakit menular yang cepat dan akurat di tempat. Selain itu, secara signifikan mengurangi waktu analisis sampel pasien.

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang saat ini digunakan untuk diagnosis Covid-19 harus dilakukan di fasilitas pengujian khusus. Hasilnya bisa memakan waktu beberapa jam atau beberapa hari sebelum rilis.

Sebanyak 10 anggota tim dari NUS Institute for Health Innovation dan Technology (iHealthtech) telah mengembangkan pengaturan diagnostik. Pengujian luas sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19 lebih lanjut.

Selain itu, pengujian juga membantu dalam memberikan perawatan medis yang tepat bagi mereka yang terbukti positif. Namun, sebagian besar tes yang tersedia biayanya masih terbilang mahal karena peralatan yang canggih dan sumber daya manusia yang terbatas. Selain itu, beberapa tes juga memerlukan waktu panjang.

PCR ini mudah dibawa-bawa. Perangkat ini dapat digunakan dan dibawa ke mana saja untuk skrining infeksi virus yang cepat di tempat.

Selama ini sampel usap hidung pertama kali dikumpulkan di lokasi pengujian sebelum dikirim ke laboratorium untuk diproses. Sebelum memulai tes PCR, ekstraksi RNA virus diperlukan.

Sedangkan dengan sistem Epidax, tes dilakukan dengan menggunakan chip mikrofluida yang dirancang unik yang terbuat dari saluran mikro tempat sampel disempurnakan. Dengan menggunakan teknologi mikrofluida, sistem dapat memproses jumlah sampel yang lebih sedikit untuk deteksi infeksi Covid-19 yang lebih cepat.

Profesor Lim mengatakan mereka telah merancang Epidax agar mudah digunakan. Langkah-langkah yang diperlukan dapat dengan cepat diikuti dan dieksekusi dalam waktu lima menit. Para peneliti mengklaim perangkat mereka dapat memberikan hasil hanya dalam satu jam.

Tim peneliti NUS memverifikasi sistem Epidax terhadap sistem PCR yang ada. Selain itu, mereka menemukan bahwa sistem Epidax memiliki sensitivitas yang sama atau bahkan lebih tinggi daripada beberapa sistem PCR yang tersedia saat ini.

Tim peneliti NUS telah mengajukan hak paten untuk penemuan mereka dan saat ini sedang bernegosiasi dengan perusahaan teknologi medis untuk mempersiapkan teknologi mereka agar dapat dijual. Profesor Lim mengatakan timnya tertarik untuk mengembangkan sistem diagnostik reaksi rantai mikro-polimerase portabel mereka lebih lanjut.

Selain itu, tim juga berharap bahwa penemuan mereka bahkan dapat digunakan di rumah. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, dia yakin aspirasi mereka dapat dicapai dalam waktu dekat.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

19 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

19 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

19 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

20 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

20 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

20 jam ago