tiga-bulan-perang-seperlima-wilayah-ukraina-sudah-dikuasai-rusia
LUKSEMBURG (RIAUPOS.CO) – Perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung selama 3 bulan. Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua negara itu melakukan gencatan senjata. Rusia bahkan sudah mengusai seperlima wilayah Ukraina.
“Pasukan Rusia saat ini menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video di parlemen Luksemburg.
Garis depan pertempuran membentang lebih dari 1.000 km (620 mil). Zelensky menambahkan bahwa 100 orang Ukraina meninggal setiap hari di Ukraina timur, dan 450-500 orang lainnya terluka.
Zelensky menambahkan 243 anak telah tewas, 446 terluka, dan 139 hilang sejauh ini dalam perang di Ukraina. Sekitar 200 ribu anak diklaim telah dibawa secara paksa ke Rusia, termasuk anak-anak dari panti asuhan, anak-anak yang dibawa bersama orang tua mereka dan mereka yang terpisah dari keluarga.
Gubernur regional Luhansk mengatakan warga sipil berlindung di bawah pabrik kimia di Severodonetsk saat pasukan Rusia berhasil menguasai kota penting di timur itu. Para pejabat mengatakan sebuah rudal Rusia masih menghantam jalur rel di wilayah Lviv barat. Wilayah itu merupakan saluran utama untuk senjata Barat dan pasokan lainnya.
Perang Rusia dan Ukraina sudah lebih dari 3 bulan. Pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan operasi militer berskala besar ke Ukraina, salah satu negara tetangganya di sebelah barat daya. Hal ini menandakan peristiwa penting dalam perang Rusia-Ukraina yang dimulai tahun 2014.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…