harus-jamin-karyawan-yang-dirumahkan-dapat-blt
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan tapi juga perekonomian yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran yang besar.
Sehingga pemerintah memutar otak dalam menopang kebutuhan masyarakat dengan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).
Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik memandang, data tenaga kerja terdampak Covid-19 yang tidak akurat mengakibatkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) menjadi tidak tepat sasaran.
“Data dari pemerintah, per hari ini baru dua-tiga juta orang. Di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).
Suryani menjelaskan, angka pengangguran bertambah saat wabah Covid-19. Sebagian besar berasal dari sektor yang terdampak pandemi, seperti maskapai, horeka, serta UMKM.
“Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya (korban terdampak Covid-19),” jelasnya.
Suryani meminta pemerintah agar penyaluran BLT kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19 tepat sasaran.(jpg)
Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…
Wako Pekanbaru paparkan capaian 2025 di Limapuluh, pastikan jalan dibeton dan targetkan pembersihan drainase 200…
Sebanyak 90 UMKM di Tandun terima sertifikat halal. Legalitas usaha dinilai membuka akses bantuan dan…
Imlek 2577 di Pekanbaru tanpa kembang api. Sebanyak 888 lampion dipasang dan perayaan bersama digelar…
Dua tas mencurigakan di Masjid Al-Khairat Sukajadi sempat diduga bom. Polisi pastikan hanya berisi barang…
RAPP peringati Bulan K3 2026 dengan upacara keselamatan kerja, tegaskan komitmen budaya kerja aman dan…