harus-jamin-karyawan-yang-dirumahkan-dapat-blt
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan tapi juga perekonomian yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran yang besar.
Sehingga pemerintah memutar otak dalam menopang kebutuhan masyarakat dengan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).
Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik memandang, data tenaga kerja terdampak Covid-19 yang tidak akurat mengakibatkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) menjadi tidak tepat sasaran.
“Data dari pemerintah, per hari ini baru dua-tiga juta orang. Di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).
Suryani menjelaskan, angka pengangguran bertambah saat wabah Covid-19. Sebagian besar berasal dari sektor yang terdampak pandemi, seperti maskapai, horeka, serta UMKM.
“Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya (korban terdampak Covid-19),” jelasnya.
Suryani meminta pemerintah agar penyaluran BLT kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19 tepat sasaran.(jpg)
Kelangkaan elpiji 3 Kg terjadi di Meranti akibat distribusi terlambat. Warga kesulitan mendapat gas, pemerintah…
RS Awal Bros dan BRI Life meluncurkan The Private Suites, layanan rawat inap premium berstandar…
Dishub Pekanbaru beri peringatan jukir di Cut Nyak Dien usai aduan tarif parkir mahal. Pelanggaran…
Kebakaran hebat di Pasar Bom, Inhil, hanguskan 80 rumah warga. Tidak ada korban jiwa, namun…
Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…
Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…