motret-keren-dengan-ponsel-di-malam-hari-ini-tipsnya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Seiring dengan teknologi kamera di smartphone yang makin canggih-canggih, needs pengguna untuk mengawal kebutuhan mereka juga bertambah. Termasuk untuk urusan fotografi malam hari, banyak smartphone saat ini punya teknologi kamera yang mendukung kebutuhan tersebut.
Selain itu, tren di masyarakat juga berubah, apa lagi di kalangan remaja atau Gen Z yang suka hunting foto malam hari di tempat-tempat kekinian yang banyak tersedia di kota-kota besar. Foto yang menarik dengan hasil yang ciamik jelas bikin mereka pede posting di media sosial (medsos).
Nah, soal fotografi malam hari dengan ponsel memang bisa dilakukan siapa pun dan dengan latar objek apa pun. Namun, buat hasil yang maksimal, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan supaya hasil motret foto malam hari kamu makin maksimal.
Fotografer sekaligus kreator konten Gesit Wisnu Prakoso menjelaskan, teknologi kamera di smartphone semakin bagus bahkan untuk memotret di malam hari. Namun untuk membuat hasil foto yang maksimal dengan ponsel nggak cukup tools saja.
Sebab para vendor menyematkan sensor yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Tak sampai di situ, sederet fitur pun diberikan agar mampu mengabadikan momen layaknya menggunakan kamera profesional.
“Sekarang kamera ponsel didukung fitur menarik. Misalnya Pro Mode yang bisa mempermudah kita mengatur segalanya secara manual. Sehingga kita kita merasakan sensasi menggunakan kamera profesional, dan itu membantu banget ketika kita berada di kondisi low light atau moto saat malam,” ujar Gesit saat Workshop Samsung Galaxy S22 Series di Jakarta.
Kendati kamera smartphone sudah sebegitu canggih untuk memotret di malam hari, Gesit mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengabadikan momen di kondisi low light.
Pertama, pencahayaan, disarankan untuk tidak membelakangi lampu sebab foto akan gelap dan muncul flare. Kedua, memperhatikan komposisi. Ini penting apalagi ketika menggunakan smartphone yang tidak bisa mengubah-ubah lensanya. Terakhir, sebisa mungkin foto tidak goyang.
“Kalau kita tidak bisa handheld, paling tidak menggunakan tripod. Ini supaya gambarnya nggak shaking (berguncang),” lanjut Gesit.
Kemudian, maksimalkan fitur yang ada pada ponsel misalnya Pro Mode untuk mengatur secara manual ISO, shutter speed, white balance dan pengubah fokus. Penting juga untuk memperhatikan komposisi agar tidak goyang agar hasil jepretan menarik.
Terakhir, bila perlu melakukan pengeditan, lakukan. Ada dua aplikasi yang disarankan, yakni Adobe Lightroom untuk color grading dan Snapseed untuk finishing.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Dosen Universitas Dumai, Lis Hafrida, raih penghargaan Tokoh Perempuan Pelopor Pendidikan 2026 pada momentum Hari…
Retribusi air SPAM Durolis di Rohil mulai diberlakukan Mei 2026 setelah sebelumnya gratis bagi ratusan…
Polisi razia PETI di Kampar Kiri dan menemukan 6 rakit tambang emas ilegal di Sungai…
Halte Trans Metro Pekanbaru dipenuhi coretan vandalisme, warga keluhkan kenyamanan dan minta tindakan tegas dari…
Adhi Prabowo resmi dilantik sebagai Wakajati Riau menggantikan Edi Handojo yang mendapat promosi ke Kejaksaan…
Sebanyak 8 pejabat tinggi pratama Pemkab Indragiri Hulu dilantik usai seleksi terbuka, dorong percepatan pembangunan…