Categories: Nasional

Lestari Moerdijat: Sekolah Sukma Bangsa Menyuarakan Nilai-Nilai Kebangsaan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menghadiri peresmian gedung sekolah Sukma Bangsa di Desa Maku, Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah. Lestari Moerdijat berharap keberadaan Sekolah Sukma Bangsa bisa menyuarakan nilai-nilai kebangsaan.

"Sekolah Sukma Bangsa bisa mengambil peran secara aktif merangkai nilai-nilai kebangsaan," kata Lestari Moerdijat melalui keterang tertulisnya, Sabtu (3/4/2021).

Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, mengungkapkan Garis Wallace melewati Sulawesi Tengah. Di tempat inilah pertemuan antara barat dan timur. Esensi pertemuan barat dan timur adalah persatuan Indonesia. 

"Karena itu Sekolah Sukma Bangsa di Sigi, Sulawesi Tengah, menyuarakan nilai-nilai kebangsaan dan memberi warna serta menjadi mitra pemerintah," ujarnya.

Rerie juga mengapresiasi Sekolah Sukma Bangsa yang pada tahun pertama hanya menerima siswa perempuan. Untuk tahun pertama Sekolah Sukma Bangsa memberi beasiswa kepada 60 siswa perempuan.

"Saya senang sekali perempuan mendapat kesempata pertama bersekolah di sini. Perempuan di Sulteng luar biasa. Ketua DPRD Provinsi Sulteng untuk pertama kali adalah perempuan. Sekolah Sukma Bangsa ingin menunjukkan kebangkitan perempuan," tuturnya.

Rerie menyebutkan kehadiran Sekolah Sukma Bangsa bisa menjadi tetesan embun bahwa masih ada masa depan dan wilayah Sigi tidak pernah dilupakan dan tetap menjadi perhatian.

"Mudah-mudahan Sekolah Sukma Bangsa bisa menyelesaikan seluruh pembangunannya. Masih banyak tangan-tangan yang bergerak untuk menyelesaikan pembangunan sekolah ini. Dengan bantuan dari gubernur terpilih, ketua DPRD, dan tokoh masyarakat  lainnya,  saya yakin Sekolah Sukma Bangsa bisa menjadi kebanggaam bersama," harap Rerie.

Sekolah Sukma Bangsa di Sigi, Sulawesi Tengah, dibangun untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi pada 28 September 2018. Sekolah ini dibangun dari donasi masyarakat yang dikumpulkan lewat Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group. Dana yang terkumpul hingga Februari 2021 mencapai Rp52,6 miliar.

Untuk pembangunan tahap satu yang dimulai sejak September 2019 dana yang dikucurkan mencapai Rp 31 miliar. Pembangunan tahap 1 meliputi gedung direktorat, gedung sekolah SMP/SMA, gedung asrama dan guru asuh, gedung science lab, ICT, griya kayu, bengkel dan outdoor. Kemudian, gedung kantin dan dapur, rumah direktur dan kepala sekolah, ruang bersama, serta seluruh sarana dan prasarana sekolah. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

9 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

10 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

10 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

11 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

11 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

11 jam ago