Categories: Nasional

Kombes Arie Ardian Nyanyi Sepenggal Lagu Dipersidangan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kombes Pol Arie Ardian, koordinator pengamanan saat aksi aktivis Papua di depan Istana Negara membenarkan adanya lagu bermuatan sensitif. Hal ini diutarakanya saat dihadirkan menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/2).

Diketahui, para peserta aksi menyanyikan lagu itu sebagai protes terhadap isu rasisme warga Papua di Surabaya. "Saya tidak tahu judulnya, tapi saya ingat lagunya karena terus diulang oleh mereka (peserta aksi)," kata Arie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum terkait lagu atau nyanyian yang dikumandangkan selama aksi pada 28 Agustus 2019 itu berlangsung.

Sehabis diizinkan oleh hakim mengumandangkan lagu yang dinyanyikan oleh para peserta aksi, Arie pun menyanyikan lagu untuk memastikan muatan yang dinilai sensitif itu.

"Papua bukan Merah Putih, Papua itu Bintang Kejora," Arie menirukan suara nyanyian yang diingatnya itu.

Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Arie itu pun dianggap oleh hakim maupun jaksa sebagai barang bukti untuk pembuktian kejadian. Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta pun menanggapi kesaksian Arie dengan keberatan karena baik yel-yel maupun lagu yang dinyanyikan selalu ada dalam aksi yang dilakukan untuk melawan isu rasisme yang kerap dialami oleh orang Papua.

Membalas keberatan Surya Anta, Arie mengatakan pihaknya pun tidak mengetahui perihal penetapan sebagai tersangka makar. Namun dirinya selalu mengupayakan langkah-langkah persuasif dalam penjagaan aksi sehingga kondisi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

"Ya setiap pengamanan aksi kita selalu komunikasikan untuk menjaga bahasa dan kata-kata yang diteriakannya," pungkas Arie.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

7 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

10 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

11 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

12 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago