Categories: Nasional

KPK Telusuri Aliran Dana Dugaan Suap Bupati Kuansing

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Kuansing nonaktif, Andi Putra.

Terbaru, lembaga antirasuah tersebut, memeriksa dua orang pada Rabu (1/12). Di antaranya adalah Asisten I Setda Kabupaten Kampar, AY dan seorang Pegawai Kantor BPN Provinsi Riau, SM.

Hal itu sebagaimana disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada Riau Pos, kemarin (1/12). Dikatakan Ali, pemeriksaan terhadap dua orang tersebut di atas dilangsungkan di Gedung Merah Putih, Jakarta.

"Penyidikan perkara dugaan TPK suap terkait perpanjangan izin HGU (hak guna usaha, red) sawit di Kabupaten Kuantan Singingi," tutur Ali.

Sebelumnya, pada Senin (29/11), KPK dikatakan Ali juga melakukan pemeriksaan terhadap seorang pegawai swasta bernama FJ. Ia ditanyai penyidik perihal pencatatan keuangan PT AA. Dari pemeriksaan tersebut, kuat dugaan ada aliran sejumlah uang untuk pengurusan izin HGU dimaksud dan mengalir ke Andi Putra dan pihak terkait lainnya.

"Yang bersangkutan hadir dan menjelaskan antara lain terkait dengan pencatatan keuangan dari PT AA (Adimulia Agrolestari, red) yang diduga ada aliran sejumlah uang untuk pengurusan izin HGU dimaksud dan mengalir ke Tersangka AP dan pihak terkait lainnya," pungkas Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK terus mendalami kasus dugaan suap izin HGU PT AA. Di mana, dalam kasus ini, lembaga antirasuah telah menetapkan dua tersangka. Yakni Bupati Kuansing Andi Putra (AP) dan General Manager (GM) PT AA, Sudarso. Keduanya bahkan telah ditahan KPK guna mempermudah proses penyidikan. Terbaru, KPK tengah mendalami aliran dugaan suap oleh PT AA dalam upaya memperpanjang izin HGU miliknya. Saat itu, Plt Jubir KPK Ali Fikri menyebutkan beberapa nama yang telah diperiksa.

Di antaranya Camat Logas Tanah Darat Rian Fitra, Kades Sumber Jaya Abdul Rahmat, Kades Suka Damai Nur Rahmad, Kades Sumber Jaya Mujiono, Kades Bumi Mulya Sunyeto serta Kasi pada Kantor Camat Singingi Hilir bernama Joni Masriadi. Selain itu, KPK juga turut memeriksa beberapa pegawai dari Kantor Pertanahan Provinsi Riau.

Di antaranya, Surveyor Pemetaan Pertama pada Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Riau bernama Putri Merdekawati, Petugas Ukur pada Kanwil Pertanahan Provinsi Riau Novita Ayu K. Analis HK Pertanahan pada Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Riau Yani Feranika dan Analis HK Pertanahan pada Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Riau Siddiq Aulia.(nda)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

9 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

9 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago