Categories: Nasional

Bra Berkawat Bisa Picu Kanker Payudara, Mitos Apa Fakta?

JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Ada banyak mitos terkait penyebab kanker payudara yang dipercaya masyarakat. Salah satu yang cukup santer terdengar adalah penggunaan bra berkawat. Faktanya, ini adalah mitos belaka!

Penggunaan bra berkawat setiap hari disebut-sebut dapat menghambat aliran balik pembuluh limfe atau getah bening, sehingga menyebabkan beragam zat beracun akan menumpuk dan tidak bisa dikeluarkan tubuh. Akhirnya, itu dapat memicu timbulnya kanker payudara. Sekali lagi, anggapan tersebut salah besar. Tidak ada penelitian yang sampai detik ini mampu membuktikan kaitan antara pemakaian bra berkawat dan kanker payudara.

Fakta yang harus Anda ketahui, hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun demikian, ada banyak faktor yang ternyata dapat memengaruhi risiko seseorang terkena kanker payudara.

Faktor risiko kanker payudara

Ada beberapa faktor risiko yang patut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi kanker payudara di kemudian hari. Faktor risiko ini ada yang tidak dapat dimodifikasi, dan ada pula yang tidak. Nah, faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini bisa diusahakan untuk diubah dengan menerapkan pola hidup sehat, sehingga risiko kanker payudara bisa diminimalkan.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi:

Usia. Kanker payudara umumnya dialami mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Genetik. Seseorang yang memiliki riwayat kanker di keluarganya, baik orang tua maupun saudara kandung, berpotensi lebih besar untuk memiliki kanker payudara di kemudian hari.

Riwayat menstruasi. Seorang wanita yang pertama kali haid saat berusia kurang dari 12 tahun atau mengalami menopause di atas usia 55 tahun berisiko lebih tinggi mengalami kanker payudara. Hal ini disebabkan karena fluktuasi hormonal bulanan terjadi lebih lama.

Riwayat kanker payudara. Adanya riwayat kanker payudara atau kelainan payudara lainnya di masa lalu juga meningkatkan risiko. Kelainan payudara yang dimaksud adalah hiperplasia atipik atau karsinoma lobular in situ.

Riwayat radiasi di area dada, terutama yang dialami sebelum usia 30 tahun.

Faktor-faktor di atas memang tidak dapat diubah, tetapi ada banyak hal yang bisa diusahakan untuk menurunkan risiko kanker payudara. Hal-hal yang bisa diusahakan tersebut antara lain:

Menjaga berat badan ideal. Wanita dengan berat badan berlebih berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara.

Selalu aktif bergerak. Memiliki gaya hidup sedentar atau lebih banyak duduk atau bermalas-malasam dapat meingkatkan risiko kanker payudara di kemudian hari.

Konsultasi dan pemeriksaan rutin dengan dokter jika mengonsumsi obat hormonal. Penggunaan obat hormonal lebih dari 5 tahun pada wanita yang sudah menopause mampu meningkatkan risiko kanker payudara. Demikian pula pada wanita yang menggunakan pil KB hormonal dalam jangka panjang.

Menyusui bayi dan meminimalkan risiko kelahiran prematur. Tidak pernah menyusui bayi dan memiliki riwayat persalinan prematur juga merupakan faktor risiko kanker payudara. Selain itu, melahirkan pada usia lebih dari 30 tahun juga diketahui sebagai faktor risiko kanker payudara.

Tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol. Rokok memiliki ratusan senyawa radikal bebas yang dapat merusak sel dan berpotensi memicu terjadinya kanker payudara di masa mendatang. Begitu pula dengan alkohol. Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi alkohol berlebihan juga turut mendongkrak risiko kanker payudara.

Rutin periksa payudara sendiri dengan SADARI

Selain cara-cara di atas, Anda juga harus periksa kondisi payudara sendiri dengan SADARI.

SADARI sebaiknya dilakukan rutin paling tidak sebulan sekali, sejak beberapa hari sebelum hingga seminggu setelah menstruasi. Apabila sedang hamil atau sudah menopause, pilih satu hari khusus tiap bulan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Dengan rutin memeriksa payudara sendiri, perubahan sekecil apa pun di payudara, seperti benjolan atau kelainan bentuk puting akan cepat terdeteksi. Dengan begitu, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.

Untuk melakukannya, catat dan hafalkan lima langkah di bawah ini:

Berdiri di depan cermin dengan posisi tegak, kedua tangan di pinggang. Perhatikan apakah kedua payudara letaknya sejajar (simetris), apakah terdapat perubahan bentuk, ukuran, dan warna kulit payudara.

Masih di depan cermin, angkat kedua tangan dan perhatikan lagi payudara. Apakah ada perubahan bentuk, ukuran, dan warna kulit payudara.

Dengan posisi membungkuk, perhatikan kembali kedua payudara. Saat payudara terjulur ke bawah, apakah keduanya sejajar atau apakah ada payudara yang lebih besar ukurannya. Kemudian, tekan puting perlahan dengan ibu jari dan telunjuk dengan gerakan memijat, mulai dari area kehitaman di sekitar puting hingga mencapai puting. Saat menekan puting, perhatikan apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting.

Dengan posisi berbaring, letakkan bantal kecil di bawah pundak dan tangan kanan di belakang kepala. Periksa payudara kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya. Tekan seluruh area payudara mulai dari area terluar dari arah jam 12 dengan gerakan memutar hingga mencapai puting. Rasakan apakah ada benjolan atau cairan yang keluar dari puting.

Kembali ke posisi berdiri, angkat satu tangan ke belakang kepala lalu gunakan tangan yang lain untuk memeriksa payudara. Lakukan seperti langkah nomor 4. Anda juga dapat melakukan langkah kelima ini saat mandi.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan untuk meminimalkan risiko kanker payudara. Namun ingat, penggunaan bra berkawat bukan pemicu atau penyebab kanker ini. Mulai hari ini, ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, olahraga teratur, dan rutin lakukan SADARI sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus deteksi dini.

Editor: Deslina
Sumber: klikdokter

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

10 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

11 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

11 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

11 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

12 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

23 jam ago