Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita melakukan konferensi pers terkait penanganan gempa di Laut Samudera Hindia Selatan, Jumat (2/8) malam (RIDWAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah diakhiri peringatan dini tsunami yang terpusat di Laut Samudera Hindia Selatan pada pukul 21.35 WIB. Gempa bumi yang semula ditaksir bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) setelah dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,9 SR.
"Hasil analisis BMKG berkekuatan 7,4 SR yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkuatan 6,9 SR," kata Kepala BMKG Dwikorita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.
Dwikorita menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB termasuk ke dalam gempa bumi dangkal. Tepatnya berlokasi di laut pada kedalaman 4,8 kilometer pada jarak 164 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Banten.
"Gempa bumi dangkal terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia," ucap Dwikorita.
Hingga pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. Bahkan tidak ada pergerakan muka air laut yang signifikan.
"Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat pantau pasang surut muka air laut, tidak ada indikasi perubahan muka kaut yang signifikan," tegas Dwikorita.
Namun, gempa bumi tersebut dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Krui, Pandeglang, Sukabumi dengan intensitas guncangan IV-V MMI.
Getaran juga diraskaan di Bengkulu, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat dan Sumbawa barat dengan tingkat guncangan skala II MMI. "Dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang," ucap Dwikorita.
Kendati demikian, hingga saat ini BMKG belum melakukan pemantauan terkait jatuhnya korban dari gempa bumi berkekuatan 6,9 SR. Menurutnya, BNPB melalui BPPBD setempat akan langsung melakukan pemantauan terkait korban di wilayah dari dekatnya lokasi pusat gempa.
Sehubungan peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir, maka bagi masyarakat yang mendapatkan peringatan dini tsunami bisa kembali ke tempatnya masing-masing. "Namun masyarakat tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," pungkasnya.
Sumber : JPG
Editor : Rinaldi
Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…
PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…
PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…
Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…
Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…
RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…