Categories: Nasional

Rasionalisasi Anggaran ATK dan Perjalanan Dinas

(RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun ini kembali melakukan rasionalisasi anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah setempat.  Rasionalisasi anggaran difokuskan terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak menyentuh masyarakat, seperti alat tulis kantor (ATK), pemeliharaan kantor, termasuk perjalanan dinas yang mendapat kritikan Forum Transparansi untuk Anggaran (Fitra) Riau kerena dinilai boros.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy mengatakan, penghematan anggaran ini juga dikarenakan saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. ’’Penghematan anggaran tetap dilakukan tahun ini melalui mekanisme rasionalisasi di seluruh OPD," katanya.

Hanya saja Masrul mengaku tidak ingat besaran dan persentase anggaran yang dirasionalisasi di masing-masing OPD lingkungan Pemprov Riau.

"Tapi datanya sama pak Indra (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Riau), tak ingat saya," ujarnya.

Dijelaskan Masrul Kasmy, anggaran yang dirasionalisasi merupakan belanja rutin seperti anggaran ATK, perjalanan dinas dan belanja lainnya.

’’Itu yang kami kurangi, yang dilakukan rasionalisasi ATK, perjalanan dinas dan lainnya yang kami nilai terlalu boros. Karena dalam kondisi saat ini kami perlu melakukan penghematan," ujarnya.

Lebih lanjut Masrul menyampaikan, anggaran yang dilakukan rasionalisasi tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. "Termasuk untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 sesuai instruksi pemerintah pusat," katanya.

Untuk diketahui, tahun 2021 dapat disebut tahun yang buruk bagi daerah-daerah penghasil sumber daya minyak dan gas (Migas) termasuk di Riau. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tentang transfer keuangan pemerintah daerah dan dana desa untuk tahun 2021, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk 12 kabupaten/kota di Riau hanya ditargetkan Rp1,7 triliun lebih.

Koordinator Fitra Riau, Triono Hadi mengatakan, target penerimaan transfer DBH Migas ke Riau itu merupakan target terendah sepanjang 10 tahun terakhir. DBH Migas yang ditargetkan diterima tahun 2021 ini hanya 35 persen nya dari target yang ditetapkan tahun 2020 dan hanya 32 persen nya dari realisasi tahun 2019.

"Artinya, potensi DBH Migas yang diterima oleh pemerintah se Riau tahun 2021 ini jauh bekurang dari tahun sebelumnya, yang belum diketahui jelas apa yang menjadi penyebabnya. Karena itu Pempov harus berhemat,’’ katanya.(lim)

 

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

3 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

3 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago