sinyorita-merugi-lebih-dari-rp10-juta
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Warga di wilayah Jabodetabek, tak terkecuali para artis, mengalami kejadian kurang mengenakkan pada hari pertama 2020. Pasalnya rumah mereka kemasukan air banjir, sehingga tidak bisa ditempati untuk sementara waktu. Salah satu artis yang mengalami kejadian ini adalah Sinyorita.
Dalam posting-an di Instagram pada Rabu (1/1), terlihat banjir di rumah Sinyorita sudah sampai ke dalam kamar. Air hampir merendam seluruh kasur yang ada di kamar. Sementara di atas kasur ditumpuk barang-barang dengan harapan supaya tidak ikut terendam banjir.
Novi, kakak kandung Sinyorita memperkirakan total kerugian yang dialami sang adik akibat banjir kemarin, mencapai lebih dari Rp 10 juta. Banyak barang di rumah Sinyorita tak bisa dipakai lagi akibat terkena banjir, di antaranya adalah make-up dan sepatu.
"Mungkin bisa (10 juta), mungkin bisa lebih. Karena untuk sepatunya sendiri jumlahnya banyak, yang kayaknya enggak bisa dipakai lagi ya. Karena untuk sepatu kan enggak mungkin (dipakai lagi) sama dia. Kan dia otomatis menjaga," tutur Novil, kakak kandung yang juga menjadi manajer Sinyorita, kepada JawaPos.com, Kamis (2/1).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, banjir besar seperti ini jarang sekali terjadi di daerah tempat tinggal Sinyorita yang berlokasi di belakang Gandaria City. Menurut Novi, banjir besar seperti, Rabu (1/1) lalu biasanya terjadi setiap 5 tahun sekali bahkan lebih.
"Ini kan bukan banjir tahunan ya. 5 tahun atau 10 tahunan. Di situ ada 2 RW (yang kerendam banjir). Satu RT 02, Sinyo sendiri RW 09. Mungkin kerugian yang lebih besar ada di belakang-belakang karena tingginya lebih dari sebadan orang dewasa di belakang rumah Sinyo. Karena rumah Sinyo masih agak tinggi," paparnya.
Rumahnya kebanjiran, Sinyorita untuk sementara waktu mengungsi atau tidak menempati rumahnya. Meski begitu Sinyorita sering bolak-balik untuk melihat kondisi rumah usai diterjang banjir.
"Kalau balik sih bolak-balik ya. Cuma ditidurinnya belum bisa. Hari ini dia pulang, habis itu balik lagi ke tempat pengungsian dulu sementara," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…
DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…
Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…
Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…
Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…