Categories: Nasional

Idham Azis Bungkam Ditanya Soal Kasus Novel

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Jenderal Pol Idham Azis telah resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Tito Karnavian. Namun, setalah menyandang bintang 4, mantan Kabareskrim itu masih bungkam soal penyelesaian kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Saat ditanya kasus Novel, Idham langsung meninggalkan wawancara dengan awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta. Sebelum beranjak pergi, dia hanya menyampaikan rasa syukurnya setelah mendapat kepercayaan tersebut.

“Sekaligus mohon doanya, saya akan meningkatkan dan melanjutkan pemantapan kerjasama bersama dengan TNI untuk bersama-sama menjaga keamanan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia ini,” ujar Idham Azis, Jumat (1/11).

Dia kemudian mengajak rekan-rekan media untuk bermitra dalam mewujudkan situasi yang aman dan terkendali. Sedangkan terkait program kerjanya untuk 14 bulan hingga jabatannya berakhir, Idham tak mau memaparkannya lebih panjang.

“Saya sudah paparkan ketika fit and proper test sehingga secara cepat akan saya tindaklanjuti setelah saya serah terima dengan bapak Mendagri (Tito) yang rencana akan dilaksanakan tanggal 6 November,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik Idham Aziz sebagai Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang pensiun karena menduduki kursi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Prosesi dilaksanakan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/11).

Proses pelantikan ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjut dengan pembacaan sumpah jabatan. Dipimpin oleh Jokowi dan diucap ulang oleh Idham. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan Perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya pada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjungjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaiknya-baiknya dan dengan penuh rasa tanggungjawab, bahwa saya akan menjungjung tinggi tribrata,” ucap Jokowi diulang oleh Idham.

Setelah dilantik, Idham langsung dihadiahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal. Hal itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Polri Tahun 2019 tentang kenaikan pangkat golongan perwira tinggi polri.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

5 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

5 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

5 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

6 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

6 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

6 jam ago