ILUSTRASI
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah persoalan di dalam pusaran calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus disuarakan oleh elemen koalisi masyarakat sipil. Mereka melakukan kampanye saat car free day Jakarta, yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap tegas dalam proses pemilihan pimpinan KPK.
Anggota Transparency International, Agus Sarwono menilai, proses seleksi calon pimpinan KPK saat ini cenderung tidak transparan. Dia menilai, kental nuansa konflik kepentingan dalam proses seleksi Capim KPK periode 2019-2023. Untuk itu, ia bersama koalisi masyarakat sipil mmeminta Jokowi mencoret nama capim KPK yang bermasalah.
“Kita tahu persis bahwa dari 20 orang ini masih ada banyak masalah dan secara prinsip bahwa kita pengen KPK ke depan jauh lebih sempurna dari yang sekarang ini,” kata Agus di Jakarta Pusat, Ahad (1/9).
Agus menuturkan, masyarakat harus dilibatkan secara masif melihat proses pemilihan calon pimpinan KPK saat ini. Atas dasar itu pula, koalisi masyarakat sipil antikorupsi melakukan aksi di Car Free Day dengan tujuan agar masyarakat awas terhadap proses ini.
Ia juga berharap dengan banyaknya aspirasi masyarakat terhadap proses pemilihan Capim KPK bisa mengetuk perhatian Jokowi. “Makanya kita melibatkan banyak orang di CFD ini tujuannya untuk kita suarakan ke publik, ayo dong sama-sama perhatian terhadap kondisi KPK sekarang,” tukasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwir
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…