Categories: Nasional

Micellar Water

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Winda menyuruh adik laki-lakinya Dimas untuk membelikan micellar water di swalayan terdekat. Kebetulan Dimas juga hendak membeli beberapa keperluannya.

Winda memberikan uang sebesar Rp50 ribu, dan meminta Dimas untuk membelikan micellar water berukuran besar. Ia juga mengatakan uang kembalian boleh untuk Dimas atau dibelikan jajan.

Beberapa saat kemudin, Dimas kembali dengan kantong kresek besar dengan beraneka jajanan ringan, serta beberapa minuman favoritnya. Winda sangat heran, karena kembalian dari titipannya tak mungkin cukup untuk membeli jajanan sebanyak itu.

Saat Dimas menyerahkan titipan, Winda langsung memarahinya. Bagaimana tidak, bukannya micellar water yang dibeli, melainkan air mineral botol berukuran 1.500 ml.

Rupanya, Dimas tidak tahu apa itu micellar water (cairan pembersih make up) dan mengira sama dengan air mineral.

"Alamak…..! Dek…!!. Micellar water! Bukan mineral water. Mana duitnya?" tagih Winda walaupun ia tahu itu sia-sia.(anf)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

58 PPPK Kominfo Kuansing Resmi Bertugas, SPMT Diserahkan

Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…

9 jam ago

LCC Duri Pastikan Ikut Riau Pos Fun Bike 2026, Turunkan 25 Peserta ke Pekanbaru

Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…

10 jam ago

PKL Kembali Marak, Satpol PP Pekanbaru Akan Perketat Pengawasan

PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…

10 jam ago

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Wawako Targetkan 104 Dapur Aktif

Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…

10 jam ago

Pemkab Rohil Siapkan Lahan, Program Sekolah Garuda Kian Matang

Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…

11 jam ago

Honorer Dilarang Direkrut, Bupati Siak Fokus Tuntaskan Status Lama

Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…

11 jam ago