menurut-ferdinand-narasi-pigai-soal-terorisme-identik-dengan-agama-sangat-berbahaya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean, mengkritik narasi Natalius Pigai yang mengaitkan pelabelan teroris untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dengan agama tertentu.
Menurut Ferdinand, eks Komisioner Komnas HAM itu perlu banyak membaca undang-undang (UU). Sebab, UU Terorisme di seluruh dunia tidak pernah menyebut definisi terorisme terkait agama atau suku tertentu.
"Meski terorisme ada yang dilakukan dan terjadi karena didasari pemahaman agama yang salah," ucap Ferdinand Hutahaean.
Dia menjelaskan bahwa di seluruh dunia terorisme didefinisikan sebagai aksi kriminal baik dilakukan oleh individu atau kelompok, menciptakan korban, kerusakan dan ketakutan yang luar biasa; memiliki motif atau tujuan tertentu.
"Tidak ada di situ disebut agama atau suku. Maka dari itu, saya menolak keras pernyataan Natalius Pigai tersebut. KKB Papua itu tak pernah bicara tentang Kristen meski mungkin mereka orang Kristen. Jadi, narasi Pigai ini sesat," tegas Ferdinand.
Eks politikus Partai Demokrat itu mengatakan bahwa KKB Papua tidak mewakili Kristen tetapi mereka adalah kelompok yang ingin merdeka dengan menggerakkan teror, pembunuhan dan ketakutan.
"Narasi Pigai ini bahaya, mengadu domba umat beragama di Papua dan Indonesia," kata Ferdinand Hutahaean.
Untuk itu dia mendukung penuh keputusan pemerintah untuk menumpas KKB Papua yang sudah resmi dilabeli sebagai teroris.
"Kita semua harus mendukung pemerintah untuk menumpas KKB Papua, mereka kriminal bukan mewakili Kristen dan tidak mewakili Papua sebagai suku. Faktanya banyak orang Papua yang ingin tetap jadi Indonesia," jelas Ferdinand.
Sebelumnya, Natalius Pigai melalui unggahan di Twitter mengaitkan pelabelan teroris untuk KKB dengan agama tertentu.
"Sudah sah orang Kristen Teroris," tulis Pigai melalui akun @NataliusPigai2 dan menautkan unggahan itu ke akun @jokowi.
Menurut Pigai, keputusan itu merupakan kemenangan kelompok Taliban, ISIS di Indonesia.
"Setelah Pemerintah giring konflik di Papua dengan Rasisme/Papua phobia, sekarang Pemerintah justru membuka Konflik Kristen dan Islam di Papua. Tanda-tanda Indonesia Bubar," lanjut Pigai.
Sumber: JPNN/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…
Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…
BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…
Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…
TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…
Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…