Categories: Nasional

Anwar Ibrahim Ditelikung Mahathir, Muhyiddin Dapat Berkah

KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) – Anwar Ibrahim harus kembali menelan pil pahit. Jalan panjang yang ditempuhnya agar bisa duduk di kursi Perdana Menteri (PM) Malaysia kandas sudah.

Kemarin (29/2/2020) Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memutuskan bahwa Muhyiddin Yassin akan menggantikan Mahathir Mohamad. Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) itu  dilantik hari ini pukul 10.30 di Istana Negara.

”Raja menyatakan bahwa penunjukan PM tak bisa ditunda karena negara butuh pemerintahan demi kesejahteraan rakyat dan bangsa,” ujar Pengurus Rumah Tangga Kerajaan Malaysia Ahmad Fadil Shamsuddin.

Keputusan itu mengejutkan banyak pihak. Sebab, sejak Mahathir meletakkan jabatan dan menyatakan ingin menjadi PM di luar koalisi Pakatan Harapan (PH) Senin (24/2), hanya ada dua nama yang menguat .

Yaitu, Mahathir sendiri dan lawan politiknya, Anwar Ibrahim. Nama Muhyiddin baru muncul Jumat (28/2).

Beberapa jam sebelum Muhyiddin terpilih, PH juga membuat kejutan. Sebelumnya, mereka kukuh mendukung Anwar Ibrahim sebagai kandidat PM. Namun, kemarin dukungan diberikan kepada Mahathir.

Anwar juga terpaksa legawa dengan keputusan PH. Dalam unggahan di akun Facebook, dia menyatakan, Raja Abdullah telah memberi tahu bahwa PH mengubah dukungan dari dirinya ke Mahathir. Tampaknya, PH tak memberitahunya secara personal.

”Saya tersentuh dengan dukungan yang diberikan untuk saya. Tapi, saya memilih kepentingan negara di atas kepentingan pribadi saya,” tulisnya.

Pada saat yang hampir bersamaan, Mahathir juga menegaskan bahwa dirinya punya cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan. Langkah politikus yang pernah menjadi PM pada periode 16 Juli 1981–31 Oktober 2003 itu berarti mengingkari apa yang dia janjikan dulu.

Saat bergabung dengan PH dulu, sejatinya ada perjanjian bahwa dia harus menyerahkan kekuasaan kepada Anwar setelah dua tahun. Tapi, Mahathir enggan melakukannya dan mengusulkan pemerintahan nonkoalisi sebelum akhirnya ditolak dan dia mundur sebagai PM.

Mahathir terang-terangan menyatakan ingin tetap duduk sebagai PM. Tapi, dua hari lalu dia menyatakan akan mendukung Muhyiddin jika Bersatu mengusung mantan menteri dalam negeri tersebut. Kenyataannya, kemarin dia tetap mendukung dirinya sendiri meski Bersatu mengusung Muhyiddin.

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

5 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

6 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

6 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

7 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

7 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

7 jam ago