BERBINCANG: Kepala Kanwil I KPPU Ramli Simanjuntak (tiga kanan) saat berbincang dengan /Gubernur Riau Drs H  Syamsuar MSi (dua kiri) usai melaksanakan audiensi dan sinergi kebijakan daerah, Rabu (30/10/2019). (Kanwil I KPPU for riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dengan masuknya Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sebagai wilayah kerja Kantor Wilayah I Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Rabu (30/10) melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi. Audiensi yang dilaksanakan di Kantor Gubri ini bertujuan untuk melakukan advokasi pencegahan dan sinergitas kebijakan daerah.
Dalam audiensi tersebut, Kepala Kanwil I KPPU Ramli Simanjuntak bersama staf diterima langsung oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi didampingi oleh Indra SE selaku Asisten II Setda Provinsi Riau dan Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Elly Suriani dan staf.
Ramli menyampaikan, bahwa KPPU mempunyai tugas dalam melakukan saran pertimbangan dan penegakan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, sehingga perlu melakukan pencegahan dalam penegakan hukum dan sinergitas dalam membuat kebijakan yang sesuai dengan prinsip persaingan usaha yang sehat.
Salah satu sektor unggulan di Provinsi Riau adalah komoditas sawit yang memiliki potensi sangat besar dalam persaingan usaha, dan saat ini menjadi fokus penelitian KPPU Kanwil I, sesuai dengan perannya dalam pengawasan kemitraa, "KPPU memiliki tugas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2008 jo PP No 17 Tahun 2013 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah," ungkapnya.
Sementara Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menyampaikan bahwa pihaknya sangat siap bekerja sama dengan KPPU. Baik dalam fungsi penegakan hukum, fungsi pembuatan kebijakan dan fungsi pengawasan kemitraan. Gubernur Riau berharap KPPU dan Pemerintah Provinsi Riau dapat melakukan sosialisasi mengenai tugas pokok dan kewenangan KPPU kepada seluruh OPD di Pemerintah Provinsi Riau, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
"Kehadiran KPPU diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Provinsi Riau," ujar Syamsuar.(lim)
Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…
Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…
BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…
Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…
PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…
Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…