PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Rumbai di Jalan Khayangan melakukan upaya menciptakan berbagai inovasi bersama Penerima layanan (PL). Sehingga dapat menjawab keperluan dan tantangan layanan ke depan.
Untuk diketahui, PL di sana masih di bawah umur. Mereka adalah korban kejahatan dan pelaku yang sedang menjalani proses hukum.
Para penerima layanan di sana mendapat berbagai macam terapi. Salah satunya Art Therapy yang merupakan bagian dari implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi penerima layanan.
Menurut Kepala BRSAMPK Rumbai Pekanbaru, Ahmad Subarkah, terapi seni merupakan salah satu media untuk menjaga kesehatan mental bagi PL dengan cara-cara kreatif termasuk membuat karya seni. "Jadi, penerima layanan ini menciptakan produk lampu tidur hias dari pipa bekas, berbagai miniatur kerajinan dari besi bekas dan pembuatan tanjak khas melayu Riau," ujarnya.
Dalam melakukan kegiatan itu dilaksanakan dengan pendampingan. Katanya, dari pekerja sosial, instruktur, dan pembina lainnya serta melibatkan mahasiswa magang dari berbagai universitas.
"Sehingga, ketika mereka telah selesai menjalani rehabilitasi tidak mengulangi kesalahan yang sama. Diharapkan dapat lebih baik dengan berwirausaha seperti yang diikuti mereka di sini seperti terapi seni, barber shop, bengkel dan salon," harapnya.(sof)
Prodi PBA-UIR menggelar workshop teknik MB-KK di Ponpes Nurul Azhar Rumbai untuk meningkatkan kemampuan baca…
Komunitas Sepeda Tegocy Pekanbaru turut ambil bagian dalam Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai dukungan…
APBD Pekanbaru 2026 senilai Rp3,049 triliun disahkan DPRD. Pemko fokus perbaikan drainase dan mitigasi banjir…
Capella Honda Riau menghadirkan Gebyar Musim Ganti Oli di awal 2026 dengan berbagai paket servis…
LG StanbyME 2 resmi hadir di Indonesia dengan layar lepas-pasang, resolusi QHD, dan dukungan kendali…
Gerakan literasi digencarkan, tetapi nasib sastrawan masih terpinggirkan. Artikel ini mengulas pentingnya peran negara memanusiakan…