Categories: Pekanbaru

Pencapaian KKBPK Riau Terbaik di Luar Jawa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Provinsi Riau, masih terbaik di luar Pulau Jawa. Padahal Sumber Daya Manusia (SDM) profesional minim. Kesuksesan pencapaian berkat sinergitas semua pihak.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Agus P Proklamasi di sela-sela kegiatan Rapat Penelaahan Program KKBPK Provinsi Riau Tahun 2019 dengan tema Melalui Percepatan Program KKBPK Kita Mantapkan Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencapaian Program Prioritas Nasional dibuka Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Riau, Andra Syafril di Pekanbaru, Kamis (29/8). 

Ditambahkannya, SDM profesional bidang KB di Riau masih minim. Dari 1.863 desa di Provinsi Riau, belum semuanya digarap petugas SDM yang profesional. “Idealnya 1 petugas itu untuk membina 3 desa. Tapi nyatanya satu petugas membina 10 desa bahkan ada satu kecamatan yang petugasnya hanya satu orang,” ujarnya.

Disebutkannya, walaupun SDM profesional minim, tetapi dalam melaksanakan program KKBPK, Perwakilan BKKBN Provinsi Riau bersama Pemerintah Daerah Provinsi Riau mengandalkan peran kader KB dan kader Posyandu.

“Jika dilihat dari kondisi geografis Riau maka kita perlukan 300 orang, tetapi hanya dapat lima. Jadi untuk menggantikan peran SDM itu, kita maksimalkan para kader, namun kader itu perlu pelatihan agar bisa menjadi penyampai atau penggerak KB,” jelasnya. 

Diakui, melalui peran para kader, saat ini capaian program KKBPK di Riau masih yang terbaik di luar Pulau Jawa. “Riau masih menjadi 6 besar di luar Jawa. Padahal dari segi kependudukan tidak seimbang, karena migrasi sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Andra Syafril menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Riau yang menggelar rapat penelaahan program KKBPK tingkat Provinsi Riau sebagai evaluasi selama semester pertama sekaligus rencana operasional program KKBPK pada semester kedua tahun ini.

“Poin penting untuk dilakukan telaah adalah mengevaluasi capaian selama enam bulan pertama. Sekaligus kita akan membuat langkah strategis untuk operasional enam bulan ke depan ini, artinya bahwa pertengahan tahun ini adalah spasi waktu untuk kita coba berhenti melihat ke belakang apa yang sudah kita lakukan,” ujarnya.

Andra Syafril juga mengakui saat ini yang menjadi kendala adalah penyuluh KB yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat.

“Oleh karena itu, saat ini  waktu untuk  mencari pola atau bentuk bagaimana mengintensifkan cara kerja agar mereka dapat maksimal bekerja sebagai tenaga operasional di lapangan,” katanya.(eca)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

1 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

1 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

1 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

1 hari ago