minuman-dan-makanan-di-lapas-pekanbaru-diuji
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lapas Kelas IIA Pekanbaru mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan (Disdik) Kota Pekanbaru melalui pihak Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru, Jumat (27/5) lalu.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengambil sampel air minum dan makanan yang dikonsumsi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna sebagai salah satu kunci ataupun syarat pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi pada dapur Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Dalam kunjungan ini, pihak Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru melakukan beberapa pemeriksaan di Dapur Lapas Kelas IIA Pekanbaru diantaranya, memeriksa kebersihan dapur dan depot air minum, mengambil sampel makanan yaitu menu makan pagi WBP dan air minum yang kemudian akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Lukman, petugas penanggung jawab dapur di Lapas Kelas IIA Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang diwakili oleh pihak Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru yang telah melakukan pengecekan dan pengambilan sampel terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh WBP
"Kami berharap semoga dapur Lapas Kelas IIA Pekanbaru lulus dan mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi," harap Lukman.
Dijelaskannya, sertifikat Laik Higiene Sanitasi adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota dalam rangka mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, proses pengolahan dan perlengkapan pengolahan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.
Dengan demikian, sertifikat laik Higene ini merupakan alat pengawasan bagi pemerintah dalam rangka perlindungan konsumen dan menurunkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat terutama bagi warga binaan pemasyarakatan.(dof)
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…