Unri Segera Buka Program S-3 Manajemen
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB Unri) segera membuka jenjang pendidikan Program Studi Manajemen Strata Tiga (S-3) Program Doktoral. Hal ini disampaikan Rektor Unri, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA dalam pertemuan antara unsur pelaksana FEB dengan Tim Evaluasi dan Monitoring.
Pertemuan tersebut dihadiri di antaranya oleh Prof Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro, Prof Euphrasia Suzy Suhendra dari Universitas Gunadarma dan Prof Lili Warly dari Universitas Andalas di Kampus FEB, belum lama ini.
"Program Studi Manajemen S-3 ini kita bangun karena banyaknya permintaan stakeholders yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Doktoral. Berdirinya Program Studi Manajemen S-3 ini merupakan program Doktor ke-4 yang ada di Unri," kata Aras.
"Selain itu, berdirinya Program Doktoral ini adalah melihat berbagai perkembangan pada aspek penelitian di bidang yang memang fenomenal di kalangan masyarakat. Termasuk adanya pembaruan-pembaruan tema penelitian yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Rektor.
Sementara itu, Dekan FEB, Prof Dr Hj Sri Indarti MSi juga menyampaikan melalui tahapan visitasi , pembukaan Program Studi Manajemen Program Doktor ini merupakan langkah FEB Unri dalam menghadapi tantangan perkembangan yang ada di masyarakat.
"Perjalanan pendirian program Doktor ini sudah dimulai dari tahun 2016. Allhamdulillah tahun 2019 ini, kelengkapan administrasi kita ajukan dan sudah disetujui. Mudah-mudahan melalui kegiatan visitasi lapangan dari Tim Evaluasi dan Monitoring yang melakukan visitasi pembukaan Program Studi Manajemen S-3 ini," ujarnya.
Pihaknya mengaku memperoleh masukan untuk pengembangan program Doktor tersebut. Besar harapan Prof Sri Indarti agar izin operasional bisa segera keluar. Sehingga, pada tahun depan, diharapkan FEB Unri sudah bisa menerima calon mahasiswa Program Doktoral Manajemen.(dof)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…