Categories: Pekanbaru

Jangan Ambil Tindakan Sendiri

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat ikut serta dalam menjaga aset pemerintah. Masyarakat juga d2iminta untuk tidak mengambil tindakan secara sepihak apabila ada aset milik pemerintah yang mengganggu.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas PUPR Kota Pekan­baru Indra Pomi Nasution, melalui Kepala Bidang Pertamanan Edward Riansyah, Rabu (28/10) menanggapi perusakan aset Pemko Pekanbaru berupa pemotongan pohon pelindung secara sepihak di median Jalan Tuanku Tambusai beberapa waktu lalu.

"Karena semua ada aturannya. Kita minta masyarakat tidak ambil tindakan sendiri," kata Edward.

Edu, begitu dia akrab disapa berharap peran aktif masyarakat untuk sama-sama menjaga aset yang memang disiapkan untuk kepentingan publik.

Bila memang ada pohon pohon pelindung yang dinilai membahayakan masyarakat banyak dan harus dipotong, diminta untuk melaporkannya secara resmi ke Dinas PUPR. Bukan dengan cara mengambil tindakan sendiri.

"Kalau misalnya ada pohon pohon pelindung yang dinilai membahayakan segera lapor secara resmi. Kami siap tindaklanjuti hal-hal yang mengganggu kepentingan publik," tegasnya.

Disinggung, apakah Bidang Pertamanan PUPR akan memasang kamera CCTV di lokasi kejadian sebelumnya, ia mengatakan, sudah menyampaikan hal itu secara lisan. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk itu.

"Ini tanggung jawab kita bersama termasuk OPD lain. Sebab kejadian seperti ini sudah bukan sekali atau dua kali," pungkasnya.

Menurutnya, terkait pemotongan pohon pelindung di median Jalan Tuanku Tambusai itu merupakan perbuatan yang sangat merugikan Pemko Pekanbaru. Perawatan terhadap pohon pelindung itu sudah mencapai 15 tahun.

"Namun dirusak oknum tak bertanggung jawab hanya untuk kepentingan tertentu,’’ singkatnya.

Sebelumnya Kepolisian Sektor (Polsek) Bukitraya menangkap empat orang pelaku pemotongan pohon pelindung tersebut. Mereka adalah JW, MA, RA, dan RP. Keempatnya ditangkap, Sabtu (24/10) malam di Jalan Parit Indah, Kecamatan Bukitraya. Satu dari empat pelaku merupakan pengelola dari bando reklame yang ada berada di lokasi itu, yakni JW (43) selaku kordinator lapangan bagian periklanan CV RB.

Tiga pelaku lainnya MA, RA, dan RP melakukan pemotongan pohon pelindung itu merupakan suruhan dari JW, yang diberi upah Rp2,5 juta.  Dari keterangan JW, alasan pemangkasan pohon pelindung tersebut, karena menutupi pandangan ke reklame pada bando reklame itu.(ali)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago