Sudah 4.500 Pasangan Menikah
PEAKNBARU (RIAUPOS.CO) — Lebih dari 6.000 pasangan menikah setiap tahunnya di Kota Pekanbaru. Sejak Januari hingga Oktober saja, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 4.500 pasangan yang menikah pada tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Pekanbaru Muhammad Nazar. Ia juga menaksir, jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2019 akan semakin bertambah terutama bulan November dan Desember.
“Saat ini sampai Oktober ada 4.500 pasang yang menikah, dan itu akan terus meningkat. Diperkirakan akan ada hingga 6.300 sampai akhir tahun nanti,” kata Nazar, Senin (28/10).
Selain itu, Nazar mengakui, jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) lebih sedikit dibandingkan dengan pasangan yang menikah di kediaman mempelai.
“Dari dulu sampai sekarang nikah jumlah yang nikah di KUA lebih sedikit dibandingkan yang nikah di rumah,” ucapnya.
Kendati demikian, Nazar mengatakan jika dibandingkan dengan sebelumnya, persentase pasangan yang menikah di KUA saat ini meningkat secara signifikan. Terlebih setelah peraturan terkait biaya nikah antara di KUA dan di rumah dibuat berbeda.
“Dari semua pasangan nikah saat ini yang nikah di KUA ada 35-40 persen. Kalau dulu cuma 20 persen. Sisanya nikah di rumah,” ungkap Nazar.
Nazar menjelaskan, saat ini menikah di KUA setiap mempelai tidak dikenakam biaya sepeser pun. Sedangakan jika mempelai ingin menikah di rumah, maka akan dikenakan biaya Rp 600 ribu yang harus dibayarkan melalui bank.(*2)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.