Categories: Pekanbaru

Usai Dapat Surat Peringatan, Pedagang Pasar Kodim Mulai Bongkar Lapak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pedagang di sekitar Pasar Senapelan atau Pasar Kodim mulai membongkar lapak dagangan mereka setelah mendapat surat peringatan kedua dari Satpol PP Pekanbaru. Pembongkaran lapak yang sebagian besar terbuat dari papan kayu itu dilakukan untuk mendukung rencana perbaikan Jalan Teratai dan penataan kawasan tersebut.

Pantauan Riau Pos, Selasa (28/7), sejumlah puing bekas lapak terlihat menumpuk di sisi Jalan Teratai ujung. Sisa material bangunan tersebut bahkan bercampur dengan sampah yang berada di pinggir jalan.

Di tengah aktivitas pembongkaran, personel Satpol PP Pekanbaru bersama tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) masih melakukan sosialisasi kepada pedagang. Mereka diminta segera memindahkan sekaligus membersihkan lapak yang selama ini berdiri di sepanjang ruas jalan.

Imbauan serupa juga disampaikan kepada pemilik ruko yang masih memperbolehkan pedagang kaki lima menggunakan area teras sebagai tempat berjualan. Keberadaan lapak tersebut dinilai dapat mengganggu akses pejalan kaki yang hendak beraktivitas dan berbelanja di kawasan tersebut.

Meski sebagian pedagang telah memilih membongkar lapaknya secara mandiri, masih ada pedagang yang tetap bertahan dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Mereka mengaku belum sepenuhnya siap meninggalkan lokasi yang telah menjadi tempat mencari nafkah selama belasan tahun.

Kekhawatiran lain muncul terkait lokasi baru yang dianggap belum cukup representatif. Pedagang takut jumlah pembeli berkurang apabila harus berpindah ke tempat yang dinilai masih sepi.

Salah seorang pedagang yang masih berjualan di pinggir Jalan Teratai Ujung, Ida Marpaung, mengatakan dirinya tidak keberatan dengan rencana perbaikan jalan. Ia menyadari kondisi Jalan Teratai memang sudah cukup rusak sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Namun, Ida masih merasa berat untuk meninggalkan lokasi yang selama ini menjadi tempatnya berdagang.

“Sebenarnya kami tidak masalah dalam proses perbaikannya, cuma kalau pindah tentu kami khawatir di sana sepi, atau kurang nyaman,” ujarnya, kemarin.

Kekhawatiran tersebut membuat Ida belum membongkar lapaknya. Ia memilih menggeser lokasi dagangan yang sebelumnya hampir memakan sebagian ruas jalan ke area pelataran ruko di kawasan tersebut.

Ida mengaku telah menerima peringatan terakhir dari petugas gabungan Disperindag dan Satpol PP Pekanbaru. Ia diminta segera mengosongkan lokasi karena batas waktu yang diberikan untuk mengosongkan jalan telah berakhir.

“Kalau pindah ya mau saja kami, apalagi jalannya bagus kan. Tapi kalau pasar tempat baru sepi gimana kan,” keluhnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan pedagang lainnya, Robi. Ia mengatakan, sebenarnya para pedagang telah mengetahui bahwa kawasan tersebut harus segera dikosongkan. Apalagi, surat peringatan telah diberikan sejak pekan sebelumnya.

Menurutnya, sebagian pedagang sudah mulai membongkar lapak sejak awal pekan. Para pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Teratai juga disebut memiliki kesempatan untuk melanjutkan aktivitas di lokasi pasar lainnya.

“Kami tahu kami sebenarnya salah berjualan di sini makanya sebagian lapak pedagang sudah banyak yang dibongkar sejak awal pekan ini. Tapi sebagian lagi masih ragu, kalau pindah nanti pemasukan kami terganggu, karena kondisi pasar yang diminta untuk kami isi cukup sepi dan harus dilakukan peremajaan agar banyak pembeli yang bisa masuk untuk berbelanja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pasar Itang Trasana mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pedagang agar segera mengosongkan badan Jalan Teratai.

Pengosongan tersebut diperlukan agar pekerjaan perbaikan jalan dan drainase dapat dilaksanakan. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Itang mengapresiasi para pedagang yang telah secara sukarela membongkar lapak dan bersedia pindah ke lokasi lain. Namun, ia memahami masih terdapat pedagang yang enggan membongkar lapaknya karena khawatir kehilangan pembeli setelah pindah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disperindag Pekanbaru siap memberikan rekomendasi kepada pedagang yang ingin pindah ke sejumlah pasar yang dinilai layak, seperti Pasar Limapuluh dan Pasar Palapa.

“Para pedagang juga bisa pindah ke Pasar Palapa, kita siap berikan rekomendasi kepada pedagang yang pindah ke pasar lain,” jelasnya.

Selain itu, pedagang juga dapat memilih sejumlah lokasi pasar di sekitar Kelurahan Padang Bulan. Salah satunya Pasar Higienis atau pasar yang berada di area The Central Plaza.

Itang menyebutkan, proses pengosongan Jalan Teratai secara bertahap sudah mulai terlihat. Saat ini, sekitar 30 hingga 40 persen pedagang disebut telah mengosongkan lokasi.

Dari total sekitar 450 pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut, ia mengklaim mayoritas telah bersedia untuk pindah.

“Alhamdulillah setelah komunikasi dengan ketua pedagang, mereka bersedia pindah,” tegasnya. (ayi)

Redaksi

Recent Posts

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu Meranti, Gaji ke-13 dan THR Mulai Dianggarkan

Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…

1 menit ago

Semarak Hari Jadi Riau, 2.200 Pohon Bakal Ditanam di Kawasan Stadion Utama

Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…

7 menit ago

Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…

18 menit ago

Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Data Pedagang Pasar Yos Sudarso Jelang Relokasi

Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…

25 menit ago

Niat Beli Sofa di Medsos, Warga Pekanbaru Malah Kehilangan Uang Rp300 Juta

Niat membeli sofa lewat media sosial, warga Pekanbaru malah tertipu hingga Rp300 juta. Polisi menangkap…

40 menit ago

Pemko Pekanbaru Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Perbaikan Drainase, Titik Rawan Banjir Diprioritaskan

BRK Syariah melalui program CSR membantu UMKM Rohil dengan tenda bazar untuk menekan biaya operasional…

58 menit ago