Categories: Pekanbaru

Tak Ada Bansos dari Pemko

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  –  Warga Kota Pekanbaru yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sepertinya masih harus bersabar untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Pasalnya, penyiapan bansos belum menjadi prioritas saat ini.

PPKM level 4 di Pekanbaru berlaku sejak Senin (26/7) hingga 2 Agustus nanti. Pemko Pekanbaru belum berencana untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM level 4.

Tanpa bansos yang bersumber dari APBD Kota Pekanbaru, praktis bantuan yang didistribusikan saat ini masih berupa bantuan rutin dari  Kementerian Sosial.

"Untuk bantuan, masih dari Kemensos. Ini yang kami distribusikan dulu,” kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Rabu (28/7).

Menurutnya, sudah ada bantuan dari pemerintah pusat bagi masyarakat yang terdampak kebijakan ini. Bantuan ini merata bagi setiap kabupaten/kota. "Kami memaksimalkan dulu penyaluran bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Selain bantuan dari Kemensos, ada pula bantuan berupa beras yang disalurkan Bulog ke masing-masing daerah sebagai bantuan selama PPKM. Alokasi beras yang disalurkan bagi masyarakat di Kota Pekanbaru mencapai 342,94 ton. Bantuan ini diberikan bagi 34.294 keluarga penerima manfaat.

Bantuan yang diberikan ma sing-masing 10 kilogram beras. Kebanyakan masyarakat yang menerima beras bantuan PPKM merupakan penerima bantuan sosial tunai. Jumlah penerima mencapai 22.679 keluarga pene rima manfaat.

Penerima beras PPKM ada juga yang merupakan peserta program keluarga harapan (PKH). Jumlah penerima bantuan beras PPKM dari program ini mencapai 11.615 keluarga penerima manfaat.

Wako menyebut proses penyaluran bantuan beras secara bertahap di seluruh kecamatan. Proses penyaluran juga harus dengan protokol kesehatan. Dinas Sosial telah memverifikasi jumlah warga penerima manfaat.

Mengenai kenapa penyiapan bansos belum menjadi prioritas, Wako menyebut anggaran masih difokuskan untuk beberapa kebutuhan. Di antaranya kebutuhan obat-obatan dan kebutuhan mendesak lainnya. "Satu pekan PPKM ini luar biasa kebutuhan anggarannya. Untuk mobilitas, untuk petugas tni polri, relawan dan petugas di pos-pos pengendalian, puskesmas,” urainya.

Bantu UMKM, Pemko Harus Punya Solusi

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama mendesak Pemko Pekanbaru untuk dapat memberikan solusi kepada pelaku usaha UMKM selama PPKM berlangsung hingga 2 Agustus mendatang agar tetap eksis dan ekonomi tumbuh.

"Harus ada solusi kongkrit demi UMKM tetap bisa eksis dan bangkit," kata Ginda kepada wartawan, Rabu (28/7).

Ginda juga menyarankan agar Pemko memberikan stimulus dalam bentuk apapun untuk dapat membantu pelaku UMKM. "Baik dari segi perbankan, segi stimulus ataupun yang lainnya, sampai kepada bentuk dukungan pembinaan usaha," ujarnya lagi.

Artinya, kata politisi Gerindra ini, supaya nanti ketika PPKM sudah berakhir roda perekonomian masyarakat bisa langsung menggeliat, dan ekonomi bisa jalan tanpa harus bingung-bingung lagi.

"Jadi, pas PPKM sudah selesai nanti pelaku usaha sudah bisa menggeliat lagi dengan usaha yang digelutinya," tuturnya.

Saat ini untuk diketahui dengan pembatasan yang di berlakukan, usaha masyarakat tidak lagi dapat bisa diprediksi penghasilannya. Apalagi PPKM ini sudah jalan hampit tiga pekan.

Meski ada aturan PPKM yang diterima lewat surat edaran maupun instruksi, namun di lapangan banyak yang tidak memahami isi dari aturan itu. "Pengusaha jadi takut-takut untuk membuka usahanya, takut didatangi satgas dan, takut disanksi segel," tambahnya.

Untuk itu juga, Ginda mengimbau dan mengajak kepada seluruh tempat usaha tetap patuhi aturan, dan siapkan prokes ditempat usaha, dengan menyiapkan tempat air cuci tangan, dan juga alat cek suhu tubuh.(ali/gus)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Wako dan Wawako Pekanbaru Hadiri Safari Ramadan di Kulim, Salurkan Bantuan

Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…

8 jam ago

Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai Merah di Rengat Turun Jadi Rp45 Ribu

Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…

8 jam ago

Puasa bagi Pekerja Kebersihan: Antara Kewajiban dan Keringanan Syariat

Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…

9 jam ago

Balap Liar di Bangkinang Dibubarkan, Bupati Kampar Pimpin Operasi Dini Hari

Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.

9 jam ago

Harga Sembako di Bengkalis Melonjak, Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kg

Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…

11 jam ago

War Takjil di WR Supratman Pekanbaru, Jalanan Padat Jelang Magrib

Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.

11 jam ago