5,5 Ha Lahan Baru Terbakar
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Dumai. Padahal karhutla di Kota Pelabuhan ini sempat padam hampir satu bulan, namun memasuki musim kemarau api kembali muncul di beberapa titik. Setidaknya ada sekitar 5,5 hektare lahan baru terbakar.
Adapun secara keseluruhan sejak Januari hingga 28 Juni 2019 tercatat 261,25 hektare lahan di Kota Dumai terbakar. Dimana 2 kecamatan yaitu Medang Kampai dan Sungai Sembilan menjadi wilayah terluas terjadinya kebakaran.
Kepala BPBD Kota Dumai Afrilagan mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pada 27 Juni 2019 tercatat seluas 255,75 ha lahan terbakar meningkatkan menjadi 259,25 ha, ada sekitar 3 ha lahan baru kembali terbakar.
“Pada 28 Juni 2019, kembali ditemukan karhutla di Kecamatan Medang Kampai seluas 2 hektare. Total lahan terbakar hingga saat ini tercatat seluas 261,25 hektare,†ujar Afrilagan.
Ia mengatakan wilayah yang diterjang karhutla yaitu Kecamatan Sungai Sembilan dengan luas 65,5 ha, Medang Kampai dengan luas 99,5 ha, Dumai Timur seluas 36 ha dan Dumai Selatan seluas 32,75 ha.
“Sementara untuk Kecamatan Dumai Barat dan Bukit wilayah terkecil dilanda karhutla dengan luas masing-masing 7 dan 17 hektare,†jelasnya.
Afrilagan menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pendinginan dan pemadaman di 5,5 ha lahan baru yang terbakar tersebut. “Kami masih melakukan proses pendinginan di lokasi tersebut, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dipadamkan,†tutupnya.(hsb)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…