Aktivitas lalu lintas kendaraan di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Paus, Rabu (28/1/2026). Di persimpangan ini seorang pekerja pembuat marka jalan meninggal dunia usai ditabrak lari oleh kendaraan roda empat. MHD AKHWAN/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seorang pekerja pembuat marka jalan bernama Masrial (36) meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Tuanku Tambusai Jalur Utara, Rabu (28/1) sekitar pukul 02.55 WIB. Saat kejadian, korban tengah menjalankan tugas pengecatan marka jalan di lajur kiri.
Kecelakaan lalu lintas berat tersebut terjadi di persimpangan Jalan Paus, tepatnya di depan Toko Mitra Sejati, Kecamatan Sukajadi. Peristiwa ini melibatkan satu unit mobil yang hingga kini belum diketahui jenisnya.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio BW Wicaksana menjelaskan, kendaraan datang dari arah Barat menuju Timur melalui lajur kanan. Setibanya di lokasi kejadian, mobil tersebut berpindah ke lajur kiri dan langsung menabrak korban yang sedang bekerja.
“Setelah menabrak korban, pengemudi mobil melarikan diri dari tempat kejadian perkara,” ujar AKP Satrio, kemarin.
Akibat benturan keras tersebut, Masrial mengalami luka berat di bagian kepala, kedua tangan, dan kedua kaki. Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi di lokasi kejadian, yakni Yulnaidi (58), Reza (19), dan Afdal (19). Saat peristiwa berlangsung, kondisi cuaca cerah, arus lalu lintas lengang, serta kondisi jalan lurus, beraspal, dan satu arah.
“Kesimpulan sementara, pengemudi diduga tidak berkonsentrasi, tidak berhati-hati, dan tidak mengutamakan keselamatan pekerja jalan,” jelas AKP Satrio. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku tabrak lari tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Pekanbaru Sunarko menyebutkan, kuat dugaan pengemudi mobil berada dalam pengaruh alkohol.
“Pelat nomor kendaraan terlepas dan ditemukan di lokasi. Ada kemungkinan pengemudi dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.
Jenazah Masrial telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat, untuk dimakamkan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Masrial yang gugur saat menjalankan tugas. Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan berusia 12 tahun dan dua setengah tahun.
Pemko Pekanbaru memastikan akan memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga korban.
“Kami akan membantu pendidikan anak-anak almarhum melalui beasiswa. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan kepada istri korban yang kini menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Agung.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, pihaknya telah mengantongi identitas kendaraan yang diduga terlibat.
“Dari CCTV, kami mendapatkan nomor kendaraan B 1557 RKM. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib,” katanya. (dof/ilo/yls)
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…
Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…
Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…
Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…
PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…