Categories: Pekanbaru

Dituding Tidak Sesuai Tera, SPBU Lakukan Uji

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Menindaklanjuti tudingan masyarakat terkait tidak sesuainya pengisian minyak sesuai tera, pihak PT H&ABAJ Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Jalan Hang Tuah Ujung, Tenayan Raya, mendatangkan dinas terkait yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Kota Pekanbaru. Pengecekan dilangsungkan pada Kamis (27/8) pukul 11.35 WIB.

Pengukuran yang dihadiri perwakilan Pertamina dan anggota Bhabinkabtibmas itu, menunjukan tidak adanya kecurangan.

Dikatakan Kepala Seksi Pengawasan UPT Metrologi Legal Kota Pekanbaru, Perhatun SS menurutnya, SPBU  tersebut semuanya masih dalam standar yang telah ditentukan.

"Uji ukur yang kiita lakukan hasilnya standar. Di sini kita melakukan tiga kali uji, seperti uji set di program, uji terhadap kelompok ukur pengisian, uji set program drainase saat dirupiahkan dan hasilnya masih masuk dalam batas yang telah ditentukan," sebutnya.

Bahkan, pihaknya pun melakukan pengecekan segel yang ada di mesin dispenser minyak. Katanya, hasilnya masih terpasang tanpa ada kerusakan dan masih berlaku.

Di waktu yang sama, Direktur Utama PT H&ABAJ, Hanny, mengatakan, informasi adanya kesalahan tentang takaran minyak di SPBU  tempatnya tidak benar. Sebab,  pihaknya melakukan pengecekan pengukuran setiap harinya.

"Terkait pemberitaan yang mengatakan SPBU kami, tidak benar teranya keliru. Karena, semua pompa di sini terverifikasi oleh metrologi dan hasilnya bagus," ungkapnya.

Dikisahkan Hanny, kejadian itu pada Rabu (26/8) kemarin. Seorang  konsumen komplen dengan mengatakan takaran minyak dikurangi. Pihaknya telah meminta untuk mengisi formulir komplen sesuai dengan identitas. Namun, ia enggan mengisinya.

"Kami suruh isi formulir komplen terlebih dulu di kantor. Namun, malah marah-marah dan membuat keributan di pompa pengisian. Kami tanya identitas juga, lalu bilang kalau dirinya dari wartawan sambil bilang kalau kami menipu. Yang dipermasalahkan konsumen itu mengatakan harga Rp13 ribu itu bisa full premium di sepeda motornya," urainya.

Saat terjadi keributan, pihaknya memanggil pihak kepolisian untuk menengahi masalah tersebut. Namun, konsumen tersebut merasa dirinya disekap oleh pihak SPBU.

Pihaknya pun menjelaskan, harga per liter bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk area Sumatera sama di semua SPBU karena ketentuan Pertamina Rp6.450 ribu.

"Karena dia membuat keributan, tentunya kami meminta untuk ditengahi oleh polisi (Bhabinkamtibmas, red). Ketika kami meminta bantuan Bhabinkamtibmas dia kalang kabut. Tidak mungkinlah disekap, kan ada polisi," paparnya.

Lebih jauh, Hanny mengatakan, kepada warga dan masyarakat kecamatan Tenayan Raya pada umumnya, sangat menerima kritik dan saran apabila terdapat kejanggalan yang terjadi dengan mengikuti prosedur yang ada.(sof)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

16 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

19 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

20 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago