Categories: Pekanbaru

Disdik Ingin Tatap Muka Dimulai Pekan Depan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meski surat permintaan izin pada dua kementerian belum dijawab, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru ingin sekolah tatap muka bisa dimulai pekan depan. Keinginan ini setelah Disdik menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang syarat suatu daerah boleh menggelar sekolah tatap muka.  Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, menyebutkan, pihaknya telah menerima edaran tersebut sejak tiga hari terakhir yang menjawab dari surat pengajuan yang dikirim Pemko Pekanbaru ke Kemendikbud terkait rencana sekolah sekali sepekan.

"Memang secara khusus surat yang kami kirim kemarin belum dibalas. Namun telah dibalas dan dijawab secara nasional dalam bentuk edaran. Kami sudah terima edaran itu sejak tiga hari terakhir," kata dia, Jumat (27/8).

Dalam edaran yang dikirimkan ke seluruh Disdik se-Indonesia oleh Kemendikbud itu, pembelajaran di sekolah boleh dilakukan lagi bagi wilayah zona hijau dan kuning penyebaran pandemi Covid-19.

Kemudian, penerapan sistem pembelajaran tetap memperhatikan protokol kesehatan. Siswa hanya masuk sekolah satu kali dalam satu pekan. Siswa pun dibagi dua dalam setiap kali pertemuan. 50 persen siswa pertama di hari Senin dan berikutnya pada hari Kamis.

"Untuk pertama kali masuk sekolah, siswa diwajibkan dilakukan rapid test. Nanti proses pembelajaran juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan," terangnya.

Ismardi menyebut, pihaknya akan mengajukan lagi ke Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru terkait isi edaran tersebut.

"Kami ajukan ke wali kota. Karena di peta nasional, Pekanbaru berada zona kuning. Kita menanti keputusan wali kota, kalau memang diizinkan kami akan mulai pekan depan," tambahnya.

Jika disetujui wali kota, Disdik Pekanbaru tidak serta merta menerapkan secara serentak. Pihaknya menerapkan itu di beberapa sekolah dulu per Kecamatan. "Kami lakukan di 3 atau 5 sekolah dulu sebagai role model atau contohnya. Kami uji coba dulu. Tapi yang jelas kita menunggu keputusan wali kota," singkatnya.(yls)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

12 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

12 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

12 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

13 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

3 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago