Categories: Pekanbaru

Capaian PAD Sampah Jauh dari Target

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru kembali mendapat sorotan DPRD Kota Pekanbaru. Tidak hanya persoalan penanganan sampah yang dinilai amburadul, tapi juga soal realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi sampah.

 

Untuk diketahui, DLHK mendapat target PAD retribusi sampah sebesar Rp45 miliar untuk tahun 2022. Namun hingga Juli, realisasi PAD hanya tercapai Rp2 miliar.

Hal ini diungkap anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono kepada wartawan, Rabu (27/7). Yang disampaikannya adalah hasil rapat dengan DLHK Pekanbaru. Di mana, target PAD retribusi tahun 2022 sebesar Rp 45 miliar. Sementara APBD yang tersedot untuk mengatasi sampah Pekanbaru lebih kurang Rp60 miliar.

"Kepada kami, DLHK menyampaikan kondisi ini. Sebenarnya potensi PAD dari retribusi sampah ini Rp100 miliar. Dari potensi tersebut, DLHK hanya berani mematok target Rp45 miliar. Tapi sampai sekarang baru dapat Rp2 miliar. Ini sangat miris," ungkap Sigit.

 

Ia meyakini, target PAD tersebut tidak akan mampu terealisasi jelang akhir tahun nanti. Dengan kondisi ini, politisi Demokrat menyarankan kepada Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja di dalam tubuh DLHK.

"Karena ini berdampak buruk terhadap penilaian masyarakat atas kinerja DLHK. Masalah angkutan sampah  berlarut-larut karena DLHK tidak tegas. Baik dengan pihak ketiga maupun dengan angkutan mandiri dari masyarakat yang notabenenya ilegal," sebutnya.

Menurut Sigit, sebenarnya, apapun model angkutan sampahnya, masyarakat dipastikan siap membayar retribusi sampah setiap bulan. Dikatakannya, masyarakat tidak mau tahu, siapa yang memungut retribusi tersebut. Apakah dari petugas  DLHK atau dari angkutan mandiri. Yang masyarakat tahu, bahwa sampah mereka diangkut beberapa hari sekali.
"Kan tidak logika, masyarakat bayar terus, tapi PAD dari sampah ini minim. Sudah jelas di sini DLHK tak mampu dan tak berani mengambil sikap tegas," bebernya.

Untuk itu, ditegaskan lagi oleh Sigit, kondisi begini tidak boleh dibiarkan karena akan merusak program Pj Wako dalam mengemban tugas di Pekanbaru. Maka diminta Pj Wako Pekanbaru Muflihun beraksi menindaklanjuti persoalan ini.
Terkait masih rendahnya realisasi PAD retribusi sampah ini, Kepala DLHK Pekanbaru Hendra Apriadi belum bisa dimintai keterangan. Yang bersangkutan masih sulit ditemui di kantornya. Upaya sambungan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan wartawan ke nomor ponselnya tidak dibalas.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru Adi Lesmana menyebutkan, rendahnya serapan anggaran di dinasnya tersebut bisa dijelaskan. ’’Tapi sekarang tidak pegang data, besok (hari ini, red) di kantor akan saya jelaskan, karena saya tidak bisa sembarangan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Pekanbaru, Adi Lesmana mengaku bahwa pihaknya sudah menempatkan petugas di beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Ia juga sudah mengingatkan operator angkutan agar mencegah sampah menumpuk.

"Kami sudah arahkan, mereka mesti sediakan bak sampah mobile di beberapa titik," ungkapnya.(gus/end)

Laporan AGUSTIAR, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

10 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kian Pekat, 2.220 Warga Pelalawan Terserang Penyakit ISPA

Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…

11 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Kabupaten Kampar Tembus 1.740 Pasien

Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…

11 jam ago

PSPS Pekanbaru vs Persiraja Banda Aceh: Momentum Asykar Bertuah Bangkit di Laga Kandang

Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…

11 jam ago

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

20 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

20 jam ago