Categories: Pekanbaru

Bakal Dibicarakan Lintas Sektoral

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengelolaan Blok Rokan saat ini telah resmi beralih dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan. Namun begitu, peralihan tersebut masih menyisakan sejumlah polemik. Di antaranya masyarakat yang menempati lahan bekas pengelolaan PT CPI. Baik pada ruas kiri dan kanan sepanjang jalan lintas Pekanbaru-Dumai, maupun di Kota Dumai. 

Meski sudah dituntut untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), masyarakat masih kebingunan. Lantaran alas hak atas tanah yang diduduki belum memiliki ketetapan. Hal ini juga sudah dibicarakan langsung oleh DPRD Riau bersama Pemerintah Kota Dumai pada saat kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bumi Lancang Kuning beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto kepada Riau Pos, Ahad (27/3). Dikatakan dia, persoalan tersebut memang sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan di Kota Du­mai, terdapat bebera­pa kawasan yang sudah menjadi pemukiman padat penduduk. Dengan jumlah kepala keluarga melebihi seribu orang.

"Memang sampai saat ini belum ada kejelasan hak alas atas tanah dimaksud. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Bapak Wali Kota Dumai kepada Ibu Menkeu beberapa hari lalu," ucap Hardianto.

Diterangkan dia, sewaktu PT CPI mengelola Blok Rokan, ada banyak tanah yang di tempati oleh masyarakat. Baik itu untuk rumah tempat tinggal maupun tempat usaha. Bahkan sebagian masyarakat ada yang mengklaim bahwa tanah tersebut telah dibeli. Namun yang terjadi, setelah pengelolaan Blok Rokan berganti, tanah yang di tempati diketahui merupakan aset negara dengan kewenangan langsung Kementerian Keuangan.

"Jadi bahasa saya kemarin dengan Ibu Menteri, inilah saatnya pemerintah hadir untuk masyarakatnya. Karena memang, ini menjadi sebuah polemik bagi masyarakat. Apalagi di Dumai ada beberaoa kelurahan yang masuk ke dalam tanah aset negara. Bahkan sudah menjadi pemukiman padat penduduk," terang Hardianto.

Setelah disampaikan, Menkeu Sri Mulyani dikatakan Hardianto berjanji akan membicarakan persoalan di atas dengan lintas sektoral. Dimana selain Menkeu yang membidangi perihal aset, ada juga kewenangan Badan Pertanahan Negara (BPN) atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam persoalan ini. 

"Ya memang ini tidak bisa di putuskan satu pihak saja. Karena memang sifatnya lintas sektoral. Beberapa tahun lalu DPRD juga sudah pernah datang ke Kementerian ATR. Jawabannya sama, tidak bisa di putuskan sendiri. Sehingga kami harapkan ketika sudah ada pembicaraan antara Kemenkeu dengan Kementerian ATR, ada jalan keluar terbaik untuk masyarakat," pungkasnya.(nda)

 

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

16 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

17 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

17 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

17 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

17 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

18 jam ago