Categories: Pekanbaru

Tarif Listrik Diminta Tak Naik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rencana Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menaikkan tarif listrik nonsubsidi tahun ini dikritisi DPRD Kota Pekanbaru. Pasalnya kondisi ekonomi masyarakat saat ini baru akan tumbuh dan belum stabil.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono, Kamis (27/1). Ia minta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali  rencana tersebut.

"Kita tidak sepakat dan menolak keras kebijakan tersebut. Ekonomi masyarakat baru mulai bangkit, setelah dihantam badai pandemi Covid-19. Harus dipertimbangkan," tegas Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru ini.

Alasan lain, disampaikan politisi Demokrat ini, sebagian dari masyarakat juga ada yang jadi korban putus hubungan kerja dan belum mendapatkan pekerjaan yang tetap penghasilannya. Sehingga ketika rencana ini diterapkan akan menambah beban hidup.

"Jangan naik dulu sampai ekonomi masyarakat benar-benar pulih," tegas Sigit lagi.

Menurutnya, memang yang akan dinaikkan tarif listrik nonsubsidi, namun dipastikan akan berpengaruh usaha masyarakat yang bergantung pada listrik. Maka dari itu, teman-teman wakil rakyat di DPR RI untuk bersama menegaskan supaya rencana ini dipending terlebih dahulu.

"Masalah kenaikan listrik ini sangat sensitif, perlu dukungan bersama-sama, jangan malah memberatkan masyarakat," ujar Sigit lagi.

Ditegaskan Sigit, khusus untuk Riau, fokusnya Pekanbaru, ia berharap pihak PLN untuk dapat memperbaiki layanan.

Sementara itu, Humas UP3 PLN Pekanbaru Dwi Ramadani mengatakan soal rencana kenaikan tarif listrik tersebut belum ada keputusannya kapan akan diterapkan untuk pelanggan Pekanbaru.

"Dan sampai hari ini belum ada kenaikan untuk semua golongan pelanggan," singkatnya, kemarin.

Seperti diketahui, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, tarif listrik nonsubsidi dipastikan akan naik tahun ini. Hanya saja, kenaikan ini nanti masih menunggu situasi tenang di masyarakat. Rencana kenaikan tarif listrik non subsidi sudah diputuskan dalam rapat pemerintah dengan Banggar DPR RI.

"Pemerintah sudah menahan penyesuaian tarif listrik sejak 2017. Ini ada ongkosnya berupa kompensasi," katanya.

Penyesuaian tarif listrik belum ditentukan kapan akan dimulai. Yang jelas, penerapannya bersifat kondisional, memperhatikan kondisi ekonomi saat ini.

Mekanisme subsidi listrik yang disiapkan berupa subsidi secara langsung. Nantinya akan dibahas soal mekanisme dan tarif listrik. "Nanti semua pelanggan itu bayarnya sesuai tarif, yang non-subsidi. Nah, yang berhak disubsidi itu bisa dikasih berupa cash atau voucher, dan itu hanya bisa dipakai untuk bayar listrik saja, enggak bisa yang lain," paparnya.(gus)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

11 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

11 jam ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

12 jam ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

3 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

3 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

3 hari ago