PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) -Tim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Riau menyalurkan bantuan biaya pendidikan ke masyarakat yang memerlukan. Kali ini bantuan disalurkan kepada keluarga Ema dan tujuh anaknya yang tinggal di Jalan Kubang, Jumat (26/11).
Bantuan ini diberikan untuk mengurangi beban biaya utang kelima anak Ema yang masih sekolah. IZI juga menyalurkan dua buah tas untuk dua anak Ema yang belum mempunyai tas yang layak.
"Ibu Ema telah menjadi orang tua tunggal semenjak suaminya dibui. Dia harus membesarkan ketujuh anaknya sendirian. Lima dari anaknya masih mengenyam masa pendidikan. Ibu Ema sekeluarga telah diusir dari rumah kontrakannya karena sudah menungak uang kontrakan rumah selama tiga bulan. Ibu Ema hanyalah seorang pemulung. Dengan memulunglah dia menghidupi anak-anaknya. Setiap pukul 02.00 WIB ibu Ema harus keluar mencari barang-barang bekas berebut dengan pemulung lainnya, jika telat keluar dari rumah maka pemulung lainlah yang duluan mengambil barang-barang bekas," kata staf Pendayagunaan IZI Riau, Irwan, Jumat (26/11).
Dikatakan Irwan, anak Ema yang pertama bernama Alif. Dia terpaksa menjual kuaci ke tempat keramaian untuk membantu ibunya mencari nafkah. Tidak ada rasa malu lagi bagi Alif untuk berjualan. Masa-masa pandemi ini tentu Alif menghabiskan waktunya untuk jualan kuaci sehabis menjemput tugas sekolah.
Alif merupakan anak yang berprestasi di sekolahnya, di tengah kebatasan ekonomi Alif terus menjadi juara kelas di sekolahnya. Sementara itu, Ilham merupakan anak kedua dari Ema, Ilham juga harus berjualan tisu keliling untuk membantu ibunya mencari uang. "Hasil jualan tisu diberikan ke ibunya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Ilham tidak jauh berbeda dengan Alif kakaknya, dia juga tidak malu harus jualan tisu keliling," imbuh Irwan.
Sementara itu, Ema mengucapkan terimakasih kepada IZI Riau yang telah membantunya membayar utang, dan memberikan perlengkapan sekolah intuk anak-anaknya.
"Terima kasih IZI. Alhamdulillah saya bisa membayar utang sekolah anak saya. Terima kasih juga sudah memberikan tas sekolah kepada anaknya saya, mereka sudah lama perlu tas sekolah, semoga yang berinfak dan berzakat di IZI murah rezekinya ya pak, " ujar Ema.
Irwan berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, ia juga mengharapkan agar Ema tidak menyerah menyekolahkan ketujuh anaknya.(anf)
Kecelakaan di Tol Permai libatkan minibus dan truk mogok, satu tewas dan tiga luka berat.…
Puluhan guru bantu di Kampar belum menerima honor selama 4 bulan. DPRD dorong solusi cepat…
Pemko Pekanbaru beri penghargaan kepada warga Binawidya yang melaporkan lokasi sampah ilegal, dorong partisipasi publik…
RS Pratama Penyagun di Meranti belum beroperasi meski sudah dibangun Rp42 miliar. Kendala izin dan…
Hujan deras picu banjir di Pekanbaru, enam warga dievakuasi di Rumbai Timur, sementara genangan di…
PSPS Pekanbaru menang 4-2 atas Persekat Tegal. Gamaroni tampil gemilang dengan hattrick dalam laga Pegadaian…