Categories: Pekanbaru

Masterplan Banjir Belum Dieksekusi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kota Pekanbaru dilanda banjir pada beberapa titik, Senin (25/10) usai diguyur hujan lebat. Meski masterplan penanggula­ngan banjir sudah ada, namun hingga saat ini belum ada pekerjaan besar yang dieksekusi.

Masterplan penanggulangan banjir Kota Pekanbaru sudah dirancang sejak 2019 dengan mendata permasalahan banjir dan memetakan drainase, sungai, dan anak sungai beserta alirannya. Tahun 2020, dari pemetaan tersebut difinalkan masterplan penanggulangan banjir. Setahun berselang hingga akhir 2021, pada lokasi yang tahunan kerap datang banjir jika hujan deras, banjir masih saja muncul.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution dikonfirmasi Riau Pos menyebutkan, pada masterplan Penanggulangan banjir itu, ada beberapa kewenangan dibagi.  "Dari 371 (masalah banjir, red) ada 280 kewenangan kota. Sisanya provinsi dan pusat," jelasnya, kemarin.

Dia melanjutkan, pihaknya merencanakan membuat Memorandum of Understanding (Mou) baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk bersinergi dalam pe­nanganan banjir. "Ternyata banyak kendala juga. Kita sudah berkali-kali sosialisasi dengan provinsi, dan BWSS," keluhnya.

Dalam pemetaan npada masterplan tersebut diperlukan biaya total sekitar Rp180 miliar untuk penanganan. "Ini kan tidak bisa sekaligus. Tahun lalu Rp18 miliar  kita anggarkan, tahun 2022 Rp18 miliar juga. Rp180 miliar ini butuh waktu lama, 10 tahun," imbuhnya.

Penanganan banjir, lanjutnya akan digesa bersama pemerintah provinsi dan pusat. "Jadi kebutuhan anggaran melalui dua program. Manual dengan pasukan kuning. Kedua dengan alat berat. Yang pakai alat berat untuk sungai yang lebar," terangnya.

Saat ini penanganan dilakukan dengan menurunkan 10 tim pasukan kuning setiap hari membersihkan drainase. "Dari Bidang SDA lima tim dan Bina Marga lima tim. Setiap hari bekerja," jelasnya.

Kepada Riau Pos, Indra Pomi kemudian mengatakan bahwa belum terlihat pekerjaan yang sifatnya besar sesuai perencanaan di masterplan. Baru terlihat pekerjaan rutin harian.

Menjawab ini, dia mengatakan ada beberapa pekerjaan yang dieksekusi dengan kegiatan rutin seperti pembersihan oleh pasukan kuning. ”Ada juga yg perlu dengan anggaran khusus. Yang agak besar di 2022 nanti.  Tahun ini anggaran kita ada yang kena rasionalisasi, " jawabnya.(ali)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

24 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

1 hari ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

1 hari ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

4 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

4 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

4 hari ago