Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal bersama Forkopimda foto bersama menunjukkan hasil panen raya tahap I jagung pipil, Rabu (26/2/2025).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar panen raya jagung pipil tahap pertama, di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (26/2). Jagung tersebut ditanam di lahan seluas kurang lebih 41 hektare.
Lahan yang semula diam ini dimanfaatkan maksimal hingga menjadi lebih produktif dengan menanam bibit jagung pipil. Panen ini dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal bersama Ketua Bhayangkari Daerah Riau Nindya M Iqbal.
Kapolda Riau, Irjen M Iqbal menjelaskan, Polri telah membentuk gugus tugas untuk mendukung ketahanan pangan ini. Hasil panen tahap pertama ini sebanyak 156,6 ton yang langsung didistribusikan ke pabrik untuk diolah menjadi pakan ternak dan tepung.
“Estimasi panen satu hektare empat ton. Total jagung yang kita panen sebanyak 156,6 ton di seluruh jajaran Polda Riau,” ungkap Irjen M Iqbal.
Kata Iqbal, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas negara. Selain menanam, Polda Riau juga sudah mempersiapkan hilirisasi jagung yang sudah dipanen.
“Kita sudah siapkan hilirisasinya agar hasil panen ini langsung dapat diolah. Ini adalah misi yang mulia dari Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini tertuang dalam delapan butir Asta Cita yang dicanangkan presiden,” kata Irjen M Iqbal.
Pimpinan PT Widya Jaya Grup Fedra Yuniza, selaku pabrik pengolahan jagung pipil mengatakan, pihaknya baru perama kali menerima hasil panen jagung pipil dari Provinsi Riau. Dia menyambut positif langkah Polda Riau yang telah bekerjasama untuk pendistribusian hasil panen jagung.
“Biasanya kita mengambil jagung dari Gorontalo, Sumbawa. Di Riau perdana dan ini sangat luar biasa. Sebenarnya kita kekurangan pakan ternak 400 ton per hari, makanya semua hasil panen jagung di Riau akan kita serap,” terangnya.
Ditambahkan Ferdy, pihaknya berkomitmen untuk menampung seluruh hasil panen jagung yang ditanam Polda Riau dan para petani di Bumi Lancang Kuning.
“Kami berkomitmen untuk membantu proses hilirisasi dan akan membeli jagung dalam jumlah berapapun. Satu kilogramnya akan kita beli Rp5.000. Kita akan serap dan bantu dan kita usahakan tidak ada yang terbengkalai hasil panennya,” pungkas Fedra.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto menjelaskan, hasil penjualan jagung pipil ini akan digunakan kembali untuk mengolah lahan baru. Polda Riau, akan berupaya meningkatkan hasil panen di tahap selanjutnya. Kerja sama dilakukan dengan semua stakeholder agar hasil maksimal.
“Dari penanaman pertama kita sudah punya banyak ilmu. Kita sudah punya trik untuk memaksimalkan hasil panen,” kata Anom.
Polda Riau merupakan salah satu dari 18 Polda yang melakukan penanaman jagung perdana. Dari mulai mengolah lahan tak produktif hingga menghasilkan untuk mendukung ketahanan pangan.(adv/nda)
Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…
Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…
Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…