Categories: Pekanbaru

Optimalisasi Pam Obvit untuk Akselerasi Ekonomi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keamanan menjadi salah satu kunci penting dalam peningkatan ekonomi. Hal ini menjadi salah satu peran utama Polri dalam memacu pergerakan ekonomi masyarakat. 

Demikian disampaikan oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol K Rahmadi saat melaksanakan rapat bersama PT Pertamina Gas Operation Rokan Area.

Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Pamobvit Polda Riau Kombes Ahmad Mamora serta beberapa Kapolres yang wilayahnya termasuk dalam wilayah kerja Operation Rokan Area dan GM Operation West Region (OWR).

Dalam sambutannya, Wakapolda menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari manajemen pengamanan objek vital nasional yang diatur dalam MoU sesuai dengan Kepres Nomor 63 Tahun 2004.

Wake Up Call dimulai pada tahun 2011 dengan munculnya Pamobvit. Namun, pada saat itu terdapat ketidaksesuaian antara anggaran yang dikeluarkan oleh Polri dengan neraca yang ada,” ungkap Wakapolda.

Menyadari pentingnya menyelaraskan keuangan negara antara Polri dan pelaku Obvitnas, Wakapolda menekankan bahwa Pam Obvitnas juga memiliki tanggung jawab dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Dalam rapat ini, kita tidak hanya mempertanggungjawabkan dana operasional, tetapi juga bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap poin-poin yang belum maksimal dan sebagai bahan pertanggungjawaban kedua belah pihak,” jelasnya.

Wakapolda juga menggaris bawahi pentingnya komitmen dan kontribusi dalam menggerakkan perekonomian, terutama di Provinsi Riau. Dia mencatat bahwa Pertagas Ora telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau melalui Penghargaan Riau Investment Award 2023.

Namun demikian, Wakapolda juga menyampaikan potensi permasalahan seperti pencurian aset, penyerobotan lahan, dan gangguan unjuk rasa yang dapat mengganggu investasi di Provinsi Riau.

Oleh karena itu, rapat tersebut mengarah pada upaya meningkatkan manajerial dan kegiatan patroli bersama untuk memastikan keamanan dan kelancaran investasi di wilayah tersebut.

Wakapolda juga menekankan perlunya memperhatikan masyarakat dalam konteks potensi gangguan keamanan. Dia menekankan pentingnya menjaga keamanan di daerah tersebut, mengingat potensi gangguan di sekitar perkebunan yang dapat menghambat operasional.

Dengan demikian, rapat tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran investasi di wilayah Riau, dengan mempertimbangkan potensi gangguan dan perhatian terhadap masyarakat sebagai prioritas utama.(nda)

Redaksi

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

6 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

6 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

6 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

6 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

7 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

18 jam ago