pernah-digigit-ular-python-di-bagian-kepala-hingga-bocor
Tak semua orang memiliki keberanian. Tak semua orang mempunyai hobi memelihara ular. Namun lain halnya dengan pria kelahiran Solo, 23 April 1993 bernama Muamar Syahida (27). Laki-laki berkulit sawo matang yang kerap disapa Amar tersebut, memiliki hobi unik dan berbahaya. Yakni, memelihara belasan ekor ular berbisa.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SIANG itu, Amar yang tinggal dipemukiman warga di Simpang Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru sedang memainkan aksi beraninya dengan memegang kepada ular kobra. Ia memiliki 15-an ekor ular berbagai jenis mulai dari yang berbisa ringan hingga yang berbisa tinggi atau mematikan.
Jenis ular yang diperliharanya, seperti king kobra, pyhton, derik albino hingga ular gabon viper. Panjang ular king kobra yang dipelihara Amar ada yang mencapai 5 meter.
Ia menempatkan belasan ularnya di dalam kamar rumahnya, bahkan tidur pun di depan kandang ular. Tampak ular-ular itu berada di dalam kotak. Dari belasan ekor ular yang dimiliki Amar, ada satu ular yang amat menarik perhatian yaitu jenis ular gaboon viper. Ular tersebut didapatnya dari temannya yang berada di Surabaya dengan membelinya seharga Rp5 juta.
Amar mengklaim, untuk jenis ular gaboon viper, di Sumatera baru dia yang punya ular tersebut. Selain Viper Gaboon, Amar juga punya ular berbisa dan berbahaya lainnya seperti ular kobra, king kobra, python, ular derik dan jenis ular berbisa lainnya.
Amar mengaku, untuk hobinya memelihara satwa ular ini tidak begitu rumit. Malah terbilang gampang. Untuk pemberian makannya, tergantung jenis ular dan ukuran ular. Ada yang makan tikus, cicak, burung puyuh dan daging ayam.
"Agak was-was, jadi saya buka pintu kandangnya dengan alat di geser. Untuk kandangnya harus rutin membersihkannya. Biaya yang saya keluarkan selama memilihara ular tidak pernah saya hitung," sebutnya, Rabu (26/2).
Untuk jenis ular derik albino, dalam sepekan bisa dua kali makan, dan untuk porsi makannya sendiri ular jenis ini bisa menghabiskan 2 ekor tikus berukuran remaja untuk sekali makan. "Saya hobi memelihara ular itu sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga saat ini. Ular itu unik dan cantik saja kalau dilihat," kata Amar.
Resiko yang dihadapi Amar dalam memelihara ular, pernah digigit ular python dibagian kepala hingga bocor. Dan lebih parahnya adalah pernah dua kali digigit ular berbisa dibagian jari tangan hingga sampai dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Awal digigit ular itu membengkak dan akhirnya setelah diobati sembuh. Di patuk ular tidak menyurutkan resiko untuk terus memelihara, yang penting waspada," imbuhnya.(ksm)
Laporan: DOFI ISKANDAR
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…