Warga berbelanja beras SPHP di RPK Kopelri Bulog Divre Riau dan Kepri, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Harga beras SPHP sesuai HET adalah Rp57.500 per 5 kilogram. (dokumen RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mencegah terjadinya penjualan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di luar harga eceran tertinggi (HET), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru terus melakukan pengawasan di lapangan.
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, pengawasan harus terus dilakukan karena pihaknya kerap mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penjualan beras yang banyak dijual jauh lebih mahal dari harga yang seharusnya.
Di mana berdasarkan laporan yang diterima oleh Disperindag kota Pekanbaru banyak pedagang yang menjual beras SPHP antara Rp61 ribu hingga Rp62 ribu untuk ukuran 5 kilogram (kg). Padahal harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP hanya Rp57.500 per 5 kilogram.
”Kami memastikan lagi kepada pedagang agar tidak menjual di atas harga maksimalnya Rp57.500. Ternyata di beberapa tempat seperti di Okura, itu ada yang dijual Rp61 ribu dan Rp62 ribu. Itu kan tidak boleh,” tuturnya kepada Riau Pos, Jumat (26/1).
Lanjut Zulhelmi lagi, selain beras SPHP pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga MinyaKita. Yang mana di sejumlah wilayah dalam Kota Pekanbaru harganya bervariasi mencapai Rp30.000 untuk ukuran 2 kg, sedangkan untuk harga jualnya itu hanya Rp28.000.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat guna menindak pedagang yang tidak mematuhi harga jual beras SPHP dan MinyaKita.
”Jadi ini akan terus kita evaluasi, kita akan koordinasi dengan Bulog. Kalau ada yang jual di atas harga itu (harga normal) supaya ditindak. Karena harga SPHP itu di kita, di Pekanbaru ini Rp57,500, tidak boleh di atas itu,” ujarnya.
Di samping itu, Pemko Pekanbaru juga aktif menggelar pasar murah guna memastikan warga bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
”Pasar murah ini kita gelar tiga kali dalam sepekan. Untuk pekan ini, pasar murah kita gelar di Kecamatan Rumbai Timur, kemudian Payung Sekaki dan Tenayan Raya. Pekan depan kita gelar di tiga titik lagi, begitu seterusnya,” ujarnya.(ayi)
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…