FOTO BERSAMA: Dari kiri, pengawas SMK dari Disdik Riau Drs M Amin MPd, Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Dra Maryati MPd berfoto bersama narasumber nasional dari Ikatan Guru Indonesia Yulismar MPd, Kepala Perpustakaan/Ketua Tim Literasi Sekolah SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Yunita Sari SPd MPd, Partnership Aksi Cepat Tanggap Riau Armi Oktavia, KSBTU SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Eko Desi Sularso SHut MSi MSc dan Pembina OSIS SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Margi Santoso SHut MP usai peringatan HGN dan HUT Ke-74 PGRI, Senin (25/11/2019). (SMK KEHUTANAN NEGERI FOR RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memanfaatkan momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) HUT PGRI ke-74, Senin (25/11) SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru merayakan dengan cara yang berbeda. Yakni dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu.
Kepala Perpustakaan sekaligus Ketua Gerakan Literasi SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Yunita Sari SPd MPd menyebutkan, pihaknya mengusung tema "Literasi, seni dan donasi untuk negeri". Hal ini pun mendapatkan dukungan langsung oleh Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Dra Maryati MPd.
Pada kesempatan itu, Maryati juga mengingatkan akan tugas mulia seorang guru untuk mendidik dengan hati. Sehingga keberkahan ilmu yang disampaikan masuk ke dalam sanubari peserta didik. Lantunkanlah doa agar peserta didik menjadi ahli ilmu dan ahli kebaikan.
"Sebenarnya HGN itu biasa, semua sekolah merayakan. Tapi kami ingin berbuat lebih. Diilhami oleh kasus kebakaran lahan dan hutan beberapa waktu lalu, makanya dibuat aksi amal ini," ungkapnya.
Tak ingin gerakan literasi hanya sekedar teori. Maka ia mengajak seluruh murid, guru dan staf yang merupakan keluarga besar SMK Kehutanan Negeri untuk menyumbangkan satu tulisan berupa puisi dan fiksi yang akan dibukukan.
"Kita ini lemah membaca dan menulis. Kenapa tidak di push (dorong, red) saja. Dari puisi itu dikumpulkan dan dijadikan buku. Hasilnya lelang itu seratus persen akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
Dalam perayaan HGN ini lanjut dia, diawali bedah buku oleh Yulisnar MPd selaku aktivis Ikatan Guru Indonesia (IGI), sosialiasi aksi cepat tanggap (ACT) dan pentas seni oleh siswa. Di antaranya musik hingga teater.
"Hasilnya Rp5 juta dana terkumpul diserahkan keACT. Jadi perayaan tak harus foya-foya, semua bisa dilakukan dengan cara menbantu sesama. Sekaligus belajar literasi tetap dikombinasikan dengan seni dan budaya," tutupnya.(ksm/c)
Laporan MUSLIM NURDIN, Kota
Video diduga pesta waria di THM Pekanbaru viral. Komisi I DPRD mendesak Pemko dan polisi…
Sejumlah jalan poros di Pulau Bengkalis rusak parah dan berlubang dalam. Warga mendesak Pemkab Bengkalis…
Di tengah tingginya angka kemiskinan, 280 keluarga di Kepulauan Meranti memilih mundur dari penerima bansos…
Seorang pekerja marka jalan tewas ditabrak minibus di Pekanbaru. Pengemudi yang lalai dan sempat kabur…
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…