Pangkalan Elpiji 3 Kg Merasa Ditipu Agen
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) — Pemilik pangkalan Cahaya Gas Elpiji 3 kg merasa ditipu oleh agen yang biasanya menjadi langganannya. Pasalnya salah satu agen elpiji 3 kg itu sempat meminjam tabung gas ke pangkalan tersebut tetapi tidak diakui, sampai puncaknya agen itu memutuskan kerja sama dengan pangkalan tersebut. “Tabung gas saya 100 tabung tidak dibalik-balikkannya sampai hari ini,” kata pemilik pangkalan Cahaya Nurhayati, Ahad (24/11).
Pangkalan milik Nurhayati beralamat di Jalan Amal, Perum Tangor Permai, Blok A, RT 1, RW 2, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya.
Ia menjelaskan tabung gas miliknya tersebut sejak Maret lalu dipinjam oleh pihak agen, namun saat ditanya kenapa tidak mengembalikan kembali, pihak agen tidak mengaku bahwa mereka meminjamnya.
"Tidak mengaku gimana, jelas-jelas sopir yang membawa tabung gas saya itu sudah mengaku dia yang membawanya," kata Nurhayati.
Sampai puncaknya, pangkalan miliknya tersebut Oktober lalu diputus oleh pihak agen. "Kata mereka, pangkalan saya tidak melengkapi syarat administrasi, jelas-jelas mereka sudah mengambil tabung gas saya," katanya.
Nurhayati mengatakan, ia mendapat informasi selain dia banyak pangkalan yang ditipu oleh perusahaan itu, namun mereka tidak mau melaporkan kejadian itu.
"Bulan Maret itu saya laporkan kejadian ini ke polisi, namun kata polisi bukti tidak cukup. Bukti tidak cukup gimana, jelas-jelas mobil yang membawa tabung gas itu mobil agen, dan sopir yang membawa tabung gas saya itu sudah mengaku bahwa ia yang membawa tabung gas itu, bahkan sopirnya tersebut masih kerja di perusahaan itu," jelasnya.
Ia menjelaskan, pihak perusahaan mau melanjutkan untuk memasukkan gas elpiji 3 kg ke pangkalan dia, namun dengan syarat harus membeli lagi tabung gas yang baru. "Sepertinya saya ini dipermain-mainkan sama perusahaan ini," katanya.
Ia menceritakan, ia sejak 2016 lalu sudah membuka pangkalan di sana, dan agennya tetap dari perusahaan itu, selama ini pihak agen terus meminjam tabung gas miliknya, karena tabung miliknya berjumlah 200 tabung, sedangkan ia mendapat jatah 100 tabung dari agen.(*4)
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…