Categories: Pekanbaru

TMC Dimaksimalkan, Water Bombing Stop Dulu

PEKANBARU(RIAUPOS.CO)-Kegiatan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam menciptakan hujan buatan untuk penanganan siaga darurat bencana asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, saat ini menjadi pilihan utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama satgas udara.

Dibanding giat water bombing (WB), TMC dinilai lebih menghasilkan harapan masyarakat banyak, dan mampu menghilangkan asap yang hampir dua bulan menyelimuti Provinsi Riau, dan dampaknya sangat merugikan banyak pihak.

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Udara Jajang Setiawan, Rabu (25/9) mengatakan bahwa, memaksimalkan TMC dalam kondisi sekarang menjadi pilihan utama.
“Jadi bantu saya untuk dapat memaksimalkan pembuatan hujan buatan lewat TMC ini, karena dengan kondisi saat ini, 1000 WB pun dikerahkan tidak akan bisa maksimal (memadamkan api), yang ada hanya membuat negara rugi,” ungkap Jajang.

Terang saja, upaya untuk TMC ini mendapat dukungan penuh dari pusat. Tentunya dari koordinasi Danlanud Roesmin Nurjadin kepada KASAU dan juga Panglima TNI, dan juga pihak-pihak terkait merespon usulan satgas dengan baik. Dukungan itu dengan datangnya pesawat TMC Cassa dan Hercules.

Namun saat ini, dalam membuat hujan buatan lewat TMC ini, tidak seperti biasa. Jika sebelumnya hanya melakukan semai garam untuk dapat membentuk awan hujan, kini karena upaya itu tidak berhasil setelah berulang kali dilakukan, maka ada penambahan zat baru, yakni mencampurnya dengan kapur tohor (garam dan kapur tohor).

Disebutkan Jajang, bahwa untuk TMC dengan mengkombinasikan antara garam dan kapur ini mulai dilakukan pada Senin (23/9) pagi. Dan kapur ini baru sampai di markas Lanud Ahad (22/9). Alhasil, pagi ditabur garam dan kapur ini, dan sorenya hampir rata Riau diguyur hujan.

“Alhamdulillah, ini semua karena keyakinan dan kuasa Allah SWT. Usaha kita di ridhai Nya,” begitu kata Jajang.

Dan sampai Rabu (25/8), curah hujan masih mengguyur sejumlah daerah, termasuk Pekanbaru. Artinya, selama tiga hari berturut-turut sejumlah wilayah sudah diguyur hujan. Berharap terus dapat memadamkan api, dan menghilangkan asap yang berbahaya bagi kesehatan.

“Memang tidak mudah terbang, karena untuk terbang menembus asap yang pekat dengan jarak yang minim itu sulit,” ujarnya lagi.

Sebanyak 10 ton kapur tohor didatangkan Mabes AU ke Lanud RSN lewat darat. Teknisnya, dalam pembuatan hujan buatan ini, kapur disemai terlebih dahulu dalam pembentukan penguapan dan membentuk awan konvektif, dan untuk penguatan yang dapat menjadikan hujan, maka ditambah dengan semai garam. Semai ini menggunakan Hercules.

“Hampir 60 persen wilayah Riau hujan saat hari Senin itu,” ujar Jajang.

Untuk semai garam dan kapur itu sejak Senin hingga Rabu (25/9) menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, dengan fokus semai di atas wilayah Inhul, Inhil, Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, dan Bengkalis. Kapur  tohor (CaO) 1.500 kilogram dan garam (NaCl) 2.500 kilogram.

Dan semai dua zat ini akan terus dilakukan, dengan waktu semainya dilakukan pada pagi hari. “Semoga udara terus membaik,” harapnya.
Laporan Agustiar
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

18 jam ago

Sembunyi di Parit, Terduga Pengedar Sabu di Kampa Dibekuk Polisi

Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…

18 jam ago

Kemiskinan Pekanbaru Ditarget Turun dari 3,1 Persen Jadi 2 Persen dalam Tiga Tahun

Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…

18 jam ago

Tender Batal, Pembangunan Pasar Tembilahan Rp19,9 Miliar Kembali Tertunda

Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…

19 jam ago

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

3 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

3 hari ago