Categories: Pekanbaru

Patuhi Instruksi Pemerintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus positif Covid-19 di Kota Pekanbaru saat ini kembali meningkat, sehingga pemerintah kembali menaikkan status penularan ke level 4 (sebelumnya masuk zona merah-hitam). Menanggapi kejadian ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain menyarankan agar masyarakat Pekanbaru dapat mematuhi instruksi pemerintah.

Disampaikannya, instruksi pemerintah ini adalah meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes, memakai masker, cuci tangan selalu, dan jaga jarak. Tujuannya memutus penyebaran. Dan saat ini, Pemerintah juga kembali mengeluarkan kebijakan memperpanjang PPKM hingga 8 Agustus.

"Dengan kondisi dan kekhawatiran akan semakin berbahayanya Covid-19 ini, maka apapun yang diputuskan pemerintah wajib kita patuhi, demi mengembalikan kondisi ke kehidupan normal lagi in sha allah, dengan kepedulian bersama bisa diwujudkan," kata Zulkarnain kepada wartawan, Ahad (25/7).

Yang sangat diharapkan politisi PPP ini adalah, perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan yang dikeluarkan. Bantuan sembako dan bantuan uang tunai selama pemberlakuan PPKM.

"Ini harus dipikirkan, artinya tidak hanya sekedar mengeluarkan kebijakan saja, akan tetapi ada solusi yang diberikan, supaya masyarakat bisa memakluminya," tuturnya.

Termasuk juga hak untuk mendapatkan pendidikan. Disampaikan Zulkarnain lagi, dari kebijakan yang dibuat, juga berdampak pada dunia pendidikan di Pekanbaru khususnya. Pasalnya, rencana untuk menggelar belajar tatap muka kembali ditunda.

"Jika sudah begini, tentu untuk dapat menggelar sekolah tatap muka harus menunggu instruksi pemerintah. Harapan kami semua masyarakat dapat membantu kebijakan pemerintah ini dengan penerapan prokes ketat, dan patuhi anjuran PPKM," ujarnya.

Di Kota Pekanbaru sendiri, sekolah tahun ajaran baru 2021/2022, sudah dimulai sejak 19 Juli lalu, secara daring. Belum tahu sampai kapan belajar secara online ini.

"Sekarang ini yang harus kita dukung, pelaksanaan prokes yang ketat. Termasuk juga menyukseskan vaksinasi anak 12-17 tahun. Karena ini bisa menjadi pintu masuk sekolah tatap muka," ujarnya lagi.(lim)

Laporan AGUSTIAR, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

15 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

15 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

16 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

16 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

2 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

2 hari ago