Categories: Pekanbaru

Keluhkan Banjir dan Jalan Rusak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Berbagai persoalan infrastruktur dikeluhkan masyarakat Kota Pekanbaru. Salah satunya adalah persoalan banjir dan jalan.

Hal itu diungkapkan warga Pekanbaru kepada anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Pekanbaru Parisman Ikhwan usai melaksanakan reses di sembilan titik.

Kata dia, sejak awal reses pekan lalu, dirinya sudah mendatangi kurang lebih tiga kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dua persoalan di atas menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga kepada dirinya.

"Saya sudah datangi sembilan titik dalam tiga hari ini.

Banjir  dan jalan, utamanya infrastruktur menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga," ujar Parisman kepada Riau Pos, Selasa (25/2).

Untuk persoalan jalan, dikatakan dia bahwa sebelumnya DPRD Riau pernah memanggil Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Serta menanyakan mengapa persoalan jalan di Pekanbaru masih banyak terkendala. Dari hasil pertemuan itu, Dinas PUPR mengakui bahwa anggaran yang ada sangat terbatas.

Ketua Komisi IV DPRD Riau itu kemudian memanggil Dinas PUPR Provinsi Riau dan Badan perwakilan Kementerian PUPR yang ada di Pekanbaru. Hasil pertemuan itu menyimpulkan bahwa Pemko Pekanbaru tidak siap menerima bantuan yang diberikan provinsi dan pusat. Salah satunya karena tidak adanya perencanaan dari Kota Pekanbaru untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Kami menilai pemko masih gengsi meminta bantuan. Kami bilang, kesampingkan dulu ego. Yang terpenting bagaimana kita bisa membangun kota yang kita cintai ini bersama. Karena kan kita sudah menuju kota metropolitan," tuturnya.

Yang paling disayangkan Parisman adalah ketika Kementerian PUPR menawarkan anggaran untuk menanggulangi banjir. Namun yang ada Pemko Pekanbaru tidak memiliki design engineering detail (DED) serta master plan pembangunan drainase terintegrasi. Sehingga pihak kementerian jadi terkendala mengucurkan anggaran pusat.

"Kami sudah panggil perwakilan kementerian yang ada di Pekanbaru ini. Tapi pemko enggak siap. Kami minta buatkanlah master plan-nya. Kan nggak terlalu memakan biaya besar. Nanti untuk eksekusi bisa dikero- yok dari provinsi dan pusat," pungkasnya.

Ia mengimbau Pemko Pekanbaru untuk serius mengurusi persoalan warga yang ada di Kota Bertuah. Jangan sampai warga beranggapan tidak ada yang mengurusi daerah ini.

"Kami minta seriuslah. Ini saya datang ke warga, warga merasa tidak ada yang mengurusi. Kalau kami di DPRD Riau memastikan apa yang masuk kewenangan provinsi akan kami laksanakan," tegasnya.(yls)

 

Laporan: AFIAT ANANDA

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

10 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

11 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

23 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

1 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

1 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago